Satgas ODC kantongi ciri-ciri pelaku penembakan ASN di Muliama
Ciri-ciri para pelaku sudah dikantongi dan kini dalam pengejaran
Jayapura (ANTARA) - Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, saat ini ODC telah mengantongi ciri anggota Kelompok Kriminal Bersanjata (KKB) pelaku penembakan yang menewaskan tiga ASN di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
"Ciri-ciri para pelaku sudah dikantongi dan kini dalam pengejaran," kata Kombes Yusuf di Jayapura, Jumat.
Ia mengatakan, penembakan terjadi Rabu (9/9), saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali setelah melakukan penyerahan bantuan pangan ke Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.
Baca juga: Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi penembakan ASN
Saat melintas Distrik Muliama, KKB menghadang mereka dan menembak tiga ASN hingga meninggal.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan tersebut, seperti tiga selongsong peluru yakni dua berukuran 5,56 milimeter, yang merupakan amunisi dari senjata api laras panjang dan satu selongsong kaliber 9 milimeter, yang diduga berasal dari senjata api laras pendek.
Dari keterangan saksi terungkap pelaku penyerangan dan penembakan berjumlah delapan orang, dua diantaranya membawa dua pucuk senjata api laras panjang.
"Pengejaran terhadap KKB pelaku penembakan terus dilakukan sekaligus penegakan hukum," kata Kasatgas Humas ODC Kombes Yusuf Sutejo.
Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan KKB di Muliama yaitu Aprida Rapi (49 tahun), Alfonsius Albinus Meha (35) dan Willi Mbuik (25).
Baca juga: Komisi I DPR minta aparat segera bekuk pelaku penembakan di Jayawijaya
Baca juga: Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.