Buku "JURU BICARA" beri perspektif & bekal agar komunikator berdampak

Buku "JURU BICARA" beri perspektif & bekal agar komunikator berdampak

Jakarta (ANTARA) - Praktisi komunikasi sekaligus Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar merilis buku "JURU BICARA: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" sebagai bekal bagi komunikator agar bisa menciptakan komunikasi yang berdampak tak hanya sekadar sebagai penyambung pesan.

Buku ini ditulis bersama Marlinda Irwanti Poernomo yang juga memiliki latar belakang kuat sebagai akademisi dan praktisi komunikasi massa dan disiapkan memberi perspektif dan menjawab tantangan yang saat ini dihadapi banyak juru bicara di era disrupsi digital.

"Selama ini tidak ada sebuah buku tentang juru bicara dan panduan atau SOP (standar operasional prosedur) yang secara teks dan juga praktik. Ini adalah upaya untuk membuat sebuah pemahaman yang lebih jelas agar siapa pun bisa menjadi juru bicara," kata Benny dalam peluncuran bukunya di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat.

Benny menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas komunikator ada tiga aspek yang harus dipenuhi oleh seorang juru bicara yaitu menjelaskan, meyakinkan, dan memengaruhi.

Baca juga: Bakom: Kesadaran kolektif jadi kunci menuju Indonesia Emas 2045

Namun fakta di lapangan saat ini peran juru bicara di Indonesia belum menyentuh aspek memengaruhi penerima pesan dan baru sebatas menjelaskan.

"Berdasarkan keprihatinan itu saya mencoba bersama teman-teman dan juga Profesor Marlinda untuk membentuk sebuah struktur atau sebuah panduan. Kemudian berkembang menjadi sebuah buku," kata Benny.

Dalam buku ini, Benny menjadikan pengalaman nyatanya sebagai praktisi komunikasi dimulai dari wartawan, beralih ke korporasi seperti perusahaan penerbangan, perusahaan logistik pangan, hingga badan komunikasi pemerintahan sebagai bahan pembelajaran bagi pembaca untuk menjadi seorang juru bicara yang berdampak.

Peluncuran buku "JURU BICARA: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" yang ditulis oleh Benny Siga Butarbutar dan Marlinda Irwanti Poernomo. Peluncuran buku ini juga menghadirkan diskusi panel dengan pembicara Pakar Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Ketua Umum PERHUMAS Boy Kelana Soebroto, dan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) (ANTARA/Livia Kristianti)

Penulis lainnya dari buku "JURU BICARA", Marlinda Irwanti Poernomo mengatakan bahwa buku ini hadir untuk memberi perspektif yang lebih jelas mengenai peran juru bicara khususnya pada lembaga-lembaga pemerintahan.

Ia sedikit membocorkan pesan dalam buku ini agar juru bicara harus bisa menjadi Chief Reinssurance Officer memastikan komunikasi berdampak tidak menghilangkan suatu masalah tapi justru memberikan rasa kepercayaan bagi penerima pesan bahwa sebuah masalah ditangani dengan tepat.

Baca juga: ANTARA tingkatkan kualitas demi tangkal ancaman disinformasi di 2027

"Buku ini menawarkan peran juru bicara sebagai Chief Reinssurance Officer. Bukan orang yang membuat masalah tanpa tidak ada, tetapi orang yang membuat masyarakat percaya bahwa masalah yang nyata sedang dihadapi dengan serius oleh pemerintah ataupun swasta," kata Marlinda.

Buku ini mendapat sambutan positif dalam peluncurannya, termasuk dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari yang ikut memberikan pidato kunci.

Ia menyebutkan hadirnya buku ini memberikan gambaran yang jelas mengenai struktur dan cara mengerjakan komunikasi di bidang pemerintahan agar bisa berjalan dengan optimal.

"Jadi saya yakin buku ini relevansinya sangat kuat dan sangat tinggi dengan situasi dan kondisi di lapangan. Mudah-mudahan ini bisa jadi referensi bagi para praktisi dan bagi para pembelajar komunikasi di seluruh Tanah Air," kata Qodari.

Baca juga: Qodari: Prinsip utama pemutakhiran desil agar bantuan tepat sasaran

Baca juga: ANTARA bersama LLDikti III gagas penyesuaian kurikulum komunikasi

Baca juga: Pameran dan peluncuran buku fotografi "Ursyalim" digelar di ANTARA

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.