Satgas karhutla Jambi terapkan pola penyekatan cegah kebakaran meluas - ANTARA News Jambi

Satgas karhutla Jambi terapkan pola penyekatan cegah kebakaran meluas - ANTARA News Jambi

Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) bersama kelompok masyarakat desa tangguh bencana (Destana) di Jambi terapkan pola penyekatan untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

"Kebakaran sudah terkendali, saat ini kawan-kawan dari Destana, Damkar kecamatan serta rekan-rekan dari perusahaan sekitar mampu mengendalikan api, tinggal pendinginan," kata Kepala Desa Rawasari, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Abdul Rokib di lokasi kebakaran, Rabu.

Menurutnya, penyekatan dilakukan untuk mencegah api meluas, terlebih pasokan air di lapangan sangat terbatas dan lahan gambut yang terbakar mencapai kedalaman tiga meter.

Untuk itu, jika tidak diantisipasi melalui penyekatan, api dikhawatirkan merambat dengan cepat hingga membuat kebakaran semakin tidak terkendali.

Upaya penyekatan tersebut dilakukan dengan menggali tanah menggunakan dua unit alat berat, bantuan perusahaan pemilik lahan konsesi dari sekitar area kebakaran.

"Kita terus fokus melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan air yang ada, semua kita libatkan," ungkapnya.

Camat Berbak Nopi Ardiansyah menyampaikan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima dari kepala desa setempat, Manggala Agni, serta Destana pada Minggu (25/8) sekitar pukul 15.30 WIB.

Lahan yang terbakar merupakan kombinasi antara lahan kelapa sawit milik warga dan semak belukar yang belum digarap.

"Kemarin malam pemadaman sempat dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB, karena kondisi medan tidak memungkinkan. Namun, sebelum dihentikan, petugas telah melakukan penyekatan menggunakan alat berat ekskavator untuk memutus perambatan api," jelasnya.

Ia menjelaskan upaya pemadaman sejak hari pertama hingga sekarang telah melibatkan tim gabungan dari TNI, Destana, Damkar kecamatan, Manggala Agni, BPBD, pihak perusahaan perkebunan serta partisipasi dari warga setempat.

Meski tim yang terlibat jumlahnya cukup banyak, namun petugas di lapangan saat ini menghadapi kendala, seperti lokasi sumber air cukup jauh dari titik kebakaran, sehingga menyulitkan proses pendinginan.

Termasuk angin kencang, yang dapat menimbulkan asap tebal dan memicu timbulnya titik api baru.

"Masyarakat di sini cukup tanggap membantu pemadaman bersama, kita dapat bantuan tenaga lagi dari perusahaan dan BPBD, sekarang sedang menuju ke sini membantu pemadaman," tutup camat.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja sebelumnya mengungkapkan selama periode Januari hingga Agustus jumlah titik api di wilayahnya mencapai 135 titik. Timbulan titik api terbanyak terjadi selama periode Agustus tercatat mencapai 53 titik api.

Akibat musim kemarau ini, luas lahan yang terbakar telah mencapai 108 hektare, seluruhnya dalam kawasan lahan gambut.

"Dari 514 ribu hektare luas daratan di Tanjung Jabung Timur, 56 persennya lahan gambut, sangat riskan, kehadiran pak menteri (24/8) (diharapkan) menjadi motivasi bahwa perhatian pemerintah betul-betul hadir," ungkap dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas karhutla Jambi terapkan pola penyekatan cegah kebakaran meluas

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.