Rybakina ke final US Open sehari setelah jadi nomor satu dunia
Jakarta (ANTARA) - Elena Rybakina melaju ke final US Open untuk pertama kalinya setelah bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4 pada semifinal, Jumat WIB.
Kemenangan tersebut diraih sehari setelah petenis Kazakhstan itu memastikan diri menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya dalam karier, dan akan menghadapi juara bertahan Aryna Sabalenka pada Sabtu (12/9).
"Pertandingan yang sangat ketat. Saya sangat bahagia dan bangga. Saya tidak tahu, saya tidak bisa menemukan kata-kata lain, tetapi saya benar-benar sangat bahagia dan bangga," kata Rybakina seusai pertandingan, dikutip dari WTA.
Bermain di hadapan penonton penuh di Stadion Arthur Ashe, Gauff mampu merebut set pertama 6-3 setelah memanfaatkan satu break serta 18 kesalahan sendiri yang dilakukan Rybakina.
Rybakina memperbaiki permainannya pada set kedua dengan mengurangi kesalahan. Ia melakukan break untuk unggul 4-1, tetapi Gauff mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Rybakina kemudian kembali melakukan break pada gim ke-10 untuk mengamankan set kedua 6-4 dan memaksakan set penentuan.
Pada set ketiga, Rybakina sempat gagal memanfaatkan dua peluang break pada gim keenam. Namun, ia akhirnya mendapatkan break pada gim kedelapan untuk memimpin 5-3.
Gauff kembali memberikan perlawanan dengan merebut break point pertamanya melalui pukulan backhand passing shot dan menyamakan kedudukan menjadi 5-4.
Namun, Rybakina segera membalas dengan melakukan break dan memastikan kemenangan dalam waktu dua jam delapan menit.
Baca juga: Elena Rybakina ukir sejarah jadi nomor satu dunia
Hasil tersebut membuat Rybakina menjadi petenis kelima dalam dua dekade terakhir yang mencapai final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama, setelah Justine Henin pada 2006, Victoria Azarenka pada 2012-2013, Angelique Kerber pada 2016, dan Sabalenka pada 2023-2025.
Rybakina juga memperbaiki catatan pertemuannya dengan Gauff menjadi 2-1. Khusus menghadapi petenis Amerika Serikat pada tahun ini, Rybakina mencatat rekor sempurna 10-0.
Pada semifinal lainnya, Sabalenka memastikan tiket final setelah mengalahkan unggulan ketiga Jessica Pegula 7-5, 6-2.
Kemenangan itu memperpanjang catatan kemenangan Sabalenka di US Open menjadi 20 pertandingan sekaligus membawanya ke final di New York untuk keempat kalinya secara beruntun.
Final Rybakina melawan Sabalenka akan menjadi pertemuan ke-18 kedua petenis. Sabalenka sementara unggul 10-7 dalam head to head, termasuk kemenangan atas Rybakina pada semifinal Miami Open musim ini.
Pertandingan tersebut juga menjadi ulangan final Australian Open 2026. Sejak 1988, hanya untuk kedua kalinya dua petenis yang sama bertemu di final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama, setelah Steffi Graf dan Arantxa Sanchez Vicario melakukannya pada 1994.
Menghadapi Sabalenka, Rybakina menyadari tantangan besar yang menantinya.
"Dia pemain yang sangat agresif. Sulit bermain melawannya, baik secara mental maupun fisik, karena dia memiliki permainan dan servis yang besar," kata Rybakina.
Ia mengatakan harus tampil dengan energi penuh, mengandalkan servis terbaik, dan mampu mengambil keputusan tepat dalam situasi-situasi krusial.
"Sebagian besar skornya sangat ketat. Di situlah keputusan bisa membuat perbedaan," ujar Rybakina.
Baca juga: Sabalenka capai final US Open keempat beruntun usai kalahkan Pegula
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.