Rembang menggelar "Njajan Fest 2026" untuk promosikan UMKM lokal
Rembang menggelar "Njajan Fest 2026" untuk promosikan UMKM lokal
Sabtu, 3 Oktober 2026 13:18 WIB
Njajan Fest 2026" yang berlangsung di Taman Kartini Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berlangsung mulai 2-4 Oktober 2026. Kegiatan ini untuk mempromosikan produk kuliner lokal. ANTARA/HO.Panitia.
Rembang (ANTARA) - Rumah BUMN Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar "Njajan Fest 2026" dengan menggandeng 150 pelaku UMKM dari sektor kuliner sebagai upaya mempromosikan produk lokal Rembang agar semakin dikenal dan berkembang.
Menurut Ketua panitia kegiatan Njajan Fest Mohammad Gufron di Rembang, Sabtu, kegiatan "Njajan Fest 2026" yang berlangsung di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang mulai 2-4 Oktober 2026 disediakan 113 tenda kuliner.
Kegiatan yang diprakarsai PT Semen Gresik ini, kata dia, merupakan tahun ketiga, sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas.
Ia berharap para pelaku usaha kuliner menjual dengan harga wajar selama kegiatan berlangsung, karena selama kegiatan berlangsung pengunjung tidak dikenakan tarif alias gratis karena sebelumnya pengunjung dikenakan tiket masuk Rp5.000.
"Jangan sampai harganya kemahalan, agar para pengunjung juga bisa menikmati," ujarnya.
Selain menghadirkan beragam kuliner, "Njajan Fest 2026" juga menghadirkan enam panggung pertunjukan dan sembilan ajang pencarian bakat.
Dari enam panggung yang tersedia, akan ditampilkan reog, barongan, orkes keroncong, band.
Njajan Fest 2026 tersebut, diharapkan mampu menarik pengunjung sehingga selama tiga bisa menghasilkan omzet penjualan hingga miliaran rupiah. Mengingat acara serupa tahun 2025 menghasilkan omzet Rp1,15 miliar dengan peserta 91 peserta.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Isti Choma Wati mengapresiasi Rumah BUMN Rembang yang menyelenggarakan Njajan Fest 2026, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan TRP Kartini.
Pemilihan TRP Kartini sebagai lokasi festival, kata dia, sejalan dengan keinginan masyarakat untuk menghidupkan kembali kejayaan kawasan wisata tersebut sebagai salah satu destinasi ikonik di Rembang.
"Penyelenggaraan 'Njajan Fest' ini juga lebih nyaman, tidak ada asap kendaraan. Masyarakat yang belanja lebih nyaman," ujarnya.
Selain menjadi ruang rekreasi dan hiburan bagi masyarakat, festival tersebut juga menjadi wadah promosi bagi produk UMKM lokal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Rembang.
Sementara itu, Person in Charge atau Penanggung Jawab (PIC) Rumah BUMN Rembang Sugeng Prayitno menyampaikan Njajan Fest 2026 menjadi gabungan antara festival kuliner, hiburan, serta membantu UMKM naik kelas.
"Kita lakukan pendampingan branding digital bagi UMKM, pendampingan aktivasi media sosial, pendampingan transaksi berbasis Qris, pendampingan legalitas sertifikasi halal, pengurusan NIB atau Haki. Ini menjadi semacam ekosistem pemberdayaan terpadu," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Rembang kenalkan budaya daerah lewat "Festival Unen-Unen"
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.