Api Padam, Pendaki Bisa Naik Lagi! Jalur Senaru Gunung Rinjani Dibuka Kembali

Api Padam, Pendaki Bisa Naik Lagi! Jalur Senaru Gunung Rinjani Dibuka Kembali

Mataram, VIVA – Kabar baik bagi para pendaki Gunung Rinjani. Jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara akibat kebakaran hutan.

Baca Juga

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan jalur tersebut sudah aman untuk kembali digunakan setelah proses pemadaman, evaluasi, serta asesmen bersama sejumlah pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiarsito mengatakan jalur pendakian Senaru kembali dibuka mulai Sabtu (3/10/26).

Baca Juga

"Jalur pendakian Senaru dibuka kembali," katanya.

Pembukaan jalur dilakukan setelah petugas memastikan api telah padam. Pengecekan juga dilakukan terhadap berbagai sarana dan prasarana pendakian untuk memastikan keamanan serta keselamatan pengunjung.

Baca Juga

Bagi wisatawan yang hendak mendaki melalui jalur Senaru, proses registrasi tetap dilakukan secara daring.

"Para wisatawan yang akan melakukan pendakian bisa melakukan registrasi online melalui aplikasi eRinjani," ujarnya.

Dengan kembali beroperasinya jalur Senaru, kini terdapat lima jalur wisata pendakian di kawasan TN Gunung Rinjani yang kembali beroperasi. Kelima jalur tersebut yakni Sembalun, Senaru, Tibanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.

"Saat ini ada lima jalur pendakian yang dibuka," katanya.

Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan jalur pendakian Senaru dan Torean. Api membakar sejumlah vegetasi, mulai dari cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering hingga vegetasi bawah lainnya.

Berdasarkan pemantauan sementara hingga (29/9/26), luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 1.098,75 hektare.

"Berdasarkan pemantauan sementara sampai (29/9/26), luas areal terdampak mencapai 1.098,75 hektare dan tidak terdapat titik api baru/meluas," katanya.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan luasan kawasan yang terdampak kebakaran.

"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," ujarnya.

Pemantauan juga dilakukan menggunakan drone dari jarak sekitar 350 meter. Dari hasil pemantauan, titik api yang masih terlihat berupa pohon berdiri yang sebelumnya telah terbakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut disebut terisolasi dan tidak menunjukkan adanya perambatan api.

"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.

Halaman Selanjutnya

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, kawasan Gunung Rinjani Lombok, tersebut terjadi pada Selasa (22/9/26). (Ant)