Rektor UMS sekaligus Ketua ALPTK PTMA berikan penguatan kepada mahasiswa-DPL dari 14 PT Indonesia di Kantor Gedung Pusat Dikbud RI Kuala Lumpur

Rektor UMS sekaligus Ketua ALPTK PTMA berikan penguatan kepada mahasiswa-DPL dari 14 PT Indonesia di Kantor Gedung Pusat Dikbud RI Kuala Lumpur

Rektor UMS sekaligus Ketua ALPTK PTMA berikan penguatan kepada mahasiswa-DPL dari 14 PT Indonesia di Kantor Gedung Pusat Dikbud RI Kuala Lumpur

Kamis, 1 Oktober 2026 19:06 WIB

Image Print

Foto bersama Rektor UMS dengan mahasiswa dan DPL. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (ALPTK PTMA), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan penguatan kepada mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) di Malaysia, Kamis.

Penguatan tersebut berlangsung di Kantor Gedung Pusat Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini diikuti 151 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah, Sabang hingga Merauke, serta lebih dari 30 DPL.

KKN KI menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus membangun pengalaman dalam lingkungan internasional. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat serta mitra di Malaysia.

Dalam pengarahannya, Prof. Harun berpesan kepada mahasiswa agar mampu beradaptasi dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di lokasi KKN.

“Membumilah dengan masyarakat sasaran di lokasi KKN KI masing-masing, di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mahasiswa membangun komunikasi yang positif dan santun selama menjalankan program pengabdian. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dan menghargai lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam keberhasilan mahasiswa menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Selain itu, Prof. Harun mendorong mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi serta memperluas jaringan dengan masyarakat sekitar. KKN KI tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan kontribusi, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar memahami karakter, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

“Bangun komunikasi yang positif dan santun,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan DPL untuk meneguhkan sinergi antarpotensi yang dimiliki sehingga kegiatan KKN KI dapat diarahkan pada terciptanya kemandirian dan kedewasaan dalam menjalani kehidupan secara holistik.

“Perkuat kolaborasi dan perluasan jaringan dengan masyarakat sekitar. Teguhkan sinergi antarpotensi untuk satu destinasi kemandirian dan kedewasaan dalam berkehidupan holistik,” lanjutnya.

Keikutsertaan 14 perguruan tinggi dalam KKN KI tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian mahasiswa Indonesia sekaligus memperkuat kemitraan perguruan tinggi dengan masyarakat dan mitra di luar negeri.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.