Kadin ingatkan perizinan hingga kepastian energi ke Menperin Sarmuji
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengingatkan Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji mengenai hal yang perlu dijaga untuk mendorong industri, mulai dari ketersediaan bahan baku, perizinan, energi yang berdaya saing hingga kepastian berusaha.
Ini disampaikan Saleh menyusul pergantian Menperin dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis ini.
"Dengan ditunjuknya Pak Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, tentu harapan saya, dimana beliau sudah lama menjadi anggota DPR dan pernah di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian, tentu dengan sendirinya mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi industri dalam negeri. Apalagi dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak," ujar Saleh di Jakarta, Kamis.
Menurut Saleh, terdapat empat hal yang perlu menjadi perhatian Menperin Sarmuji agar industri dalam negeri dapat terus bergerak maju. Pertama, memastikan ketersediaan bahan baku industri.
Baca juga: Sarmuji: Industri harus jadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi
Kedua, berbagai perizinan perlu disederhanakan dan dipermudah agar tidak menjadi beban biaya bagi industri. Ketiga, memberikan kemudahan dalam mendapatkan energi yang berdaya saing. Keempat, memastikan adanya kepastian berusaha.
"Saya kira kalau keempat hal ini bisa dituntaskan oleh Pak Menperin Sarmuji maka insyaAllah industri nasional kita akan tumbuh pesat dan maju," ujar Saleh yang juga Menteri Perindustrian periode 2014-2016.
Saleh juga menyampaikan ucapan selamat kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah menyelesaikan tugas dengan baik sebagai Menperin.
"Dan saya kira dari pengalamannya, diharapkan agar beliau bisa terus memberikan masukan untuk kemajuan industri dalam negeri," ujar Saleh.
Baca juga: Prabowo lantik Sarmuji jadi Menteri Perindustrian
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.