Puluhan eks napiter ikuti HUT ke-81 RI di Sumut perkuat kedaulatan bangsa - ANTARA News Sumatera Utara

Puluhan eks napiter ikuti HUT ke-81 RI di Sumut perkuat kedaulatan bangsa - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Sebanyak 40 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia (RI) bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di lapangan Astaka, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin.

"Hari ini, kami bersama-sama melaksanakan perayaan HUT NKRI ke 81, jadi kita ikut melaksanakan kegiatan upacara bendera kemerdekaan, "kata mantan napiter  Roni Samsuri dalam keterangan diterima di Medan.

Roni mengatakan, upacara bendera kemerdekaan ini merupakan momen yang paling berkesan bagi dirinya dan rekan sesama mantan Napiter dikarenakan mereka bisa mengikuti upacara bendera di hari kemerdekaan. 

Ia berharap dan berpesan kepada seluruh generasi muda bangsa untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Menurutnya, generasi muda bangsa boleh mengkritik pemerintah dengan aksi-aksi demonstrasi tetapi harus tertib seusai dengan undang-undang dan peraturan yang ada di Indonesia. 

Roni sendiri telah bebas dari masa tahan pada tahun 2022 lalu sejak ditangkap pada tahun 2019. Sebelumnya Roni merupakan pendiri jaringan ISIS di Sumatera Utara. 

"Kami  dulu yang pernah membenci negeri ini, tapi setelah kami mengetahui betapa ini kami lahir di negeri ini dan ini adalah tanah air kami, ini adalah tumpah darah kami, maka kami berharap kepada seluruh anak bangsa untuk menjaga integritas ini, kita jaga kedaulatan negeri ini agar sama-sama selamat sentosa, "ujar Roni. 

Ada kekurangan kebijakan dari para pelaksana negara, pemerintah dan sebagainya, ia mengatakan bisa mengkritisi tapi dibarengi dengan memberikan solusi, lahir dari kecintaan negeri ini wajib dan berhak untuk memperbaiki negeri ini dengan kritik saran kepada pemerintahan. 

"Mari kita sama-sama menjaga negeri ini, kita bangun negeri ini, silakan keritik, silahkan kita protes, silahkan aksi tapi harus tertib seusai dengan undang-undang dan peraturan yang ada, " katanya.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Irwan Arfa

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.