PT WKS tambah personil RPK perkuat kesiapsigaan karhutla - ANTARA News Jambi
Jambi (ANTARA) - Salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wirakarya Sakti (WKS) APP Group memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menambah 53 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK).
“Tambahan RPK yang resmi bergabung dan mulai aktif bertugas 14 Agustus 2026, bertujuan untuk menambah kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi karhutla tahun ini,” kata Head Fire Operation Management (FOM) PT WKS Destian Nori, di Jambi Senin.
Penambahan personel untuk Regu Pemadam Kebakaran tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas pencegahan, pemantauan, deteksi dini, serta respons cepat terhadap potensi karhutla, khususnya menghadapi periode musim kemarau.
Proses rekrutmen dilaksanakan di kantor Fire Operation Management (FOM) PT WKS di Sungai Tapah, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dari 53 personel yang direkrut sebanyak 48 orang laki-laki dan lina orang perempuan.
Para personel berasal dari berbagai wilayah di sekitar operasional PT WKS, termasuk masyarakat yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pencegahan dan penanganan karhutla.
Sebanyak 17 personel berasal dari Kota Jambi, sementara 36 personel lainnya berasal dari desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, antara lain Batara, Brasau, Dataran Kempas, Dendang, Gunung Mas, Mendahara, Merlung, Pematang Buluh.
Kemudian dari daerah Pematang Rahim, Purwodadi, Sungai Keruh, Teluk Nilau, Terjun Gajah, Pemayung, Tebing Tinggi, Bakti Idaman, Kelagian, Pelabuhan Dagang, dan Sri Menanti.
Destian Nori, mengatakan proses rekrutmen dilakukan melalui tahapan seleksi dengan mempertimbangkan kompetensi dan kesiapan calon personel. Aspek yang menjadi pertimbangan antara lain pengalaman dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran, kondisi fisik dan mental, hasil psikotes, serta wawancara.
"Selama proses rekrutmen, kami melakukan seleksi secara objektif, transparan, dan profesional. Masyarakat yang memiliki kompetensi serta memenuhi kebutuhan perusahaan akan kami rekrut," ujar Destian.
Sebelum mulai bertugas sebagai personel RPK, para calon personel juga mendapatkan pembekalan dari Tim FOM mengenai tugas dan tanggung jawab, prosedur kerja, keselamatan, serta peran dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
"Penambahan 53 personel ini diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan PT WKS, terutama dalam menghadapi musim kemarau. Dengan dukungan personel yang memadai, kami dapat meningkatkan pemantauan, pencegahan, serta mempercepat respons apabila terdapat potensi terjadinya kebakaran," kata Destian.
Penambahan personel tersebut akan memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan, mulai dari pemantauan wilayah, patroli, deteksi dini, pencegahan, hingga respons awal terhadap potensi kebakaran.
PT WKS memandang keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang efektif. Melalui rekrutmen personel dari masyarakat sekitar wilayah operasional, perusahaan juga berharap terbentuk hubungan yang semakin baik antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga kawasan dari ancaman karhutla.
"Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena itu, masyarakat yang memiliki pengalaman dan kepedulian terhadap pencegahan kebakaran merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan di lapangan," kata Destian.
PT WKS terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan kapasitas personel, pemantauan dan deteksi dini, patroli, serta kesiapan sarana dan prasarana pemadaman.
Penambahan personil RPK tersebut merupakan bagian dari komitmen PT WKS dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan sekitar dari ancaman karhutla serta mendukung terwujudnya Jambi Bebas Asap.
“Kami ingin memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan berada dalam kondisi siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan menjadi prioritas, dan apabila terjadi kebakaran, kami harus mampu merespons dengan cepat dan tepat," ujar Destian.
Pewarta: Rilis/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.