Presiden Argentina urungkan lawatan ke Inggris akibat isu Falkland - ANTARA News Gorontalo

Presiden Argentina urungkan lawatan ke Inggris akibat isu Falkland - ANTARA News Gorontalo

Buenos Aires (ANTARA) - Presiden Argentina Javier Milei telah membatalkan kunjungan ke Inggris, yang direncanakan berlangsung Oktober mendatang, menyusul ketegangan hubungan akibat polemik Kepulauan Falkland.

Menurut laporan media Argentina TN, Kamis, Milei seyogianya melakukan kunjungan ke Inggris pada 23--24 Oktober, di mana ia telah dijadwalkan akan berbicara di Universitas Oxford dan melakukan pertemuan dengan pemimpin bisnis Inggris.

Milei sebelumnya menyatakan keinginan untuk berkunjung ke Inggris dan menegaskan perlunya menyelesaikan isu Kepulauan Falkland, atau yang diakui oleh Argentina sebagai Kepulauan Malvinas, melalui upaya diplomatik dan cara-cara damai.

Ia juga menekankan pentingnya terus memperkuat hubungan dagang dengan Inggris.

Pekan lalu, pemerintah Argentina memulai prosedur penjatuhan sanksi kepada 60 individu dan entitas yang terkait dengan kegiatan eksplorasi migas di wilayah tersebut serta pemidanaan terhadap sejumlah perusahaan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan bahwa pemerintahannya akan sekuat tenaga membela kedaulatan Inggris di kepulauan tersebut.

Sengketa atas Kepulauan Falkland antara Inggris dan Argentina sudah berlangsung lama. Pada 1982, Inggris dan Argentina terlibat perang di Kepulauan Falkland selama beberapa pekan, dan Buenos Aires kalah dalam perang tersebut.

Kemudian pada Maret 2013, masyarakat Kepulauan Falkland berpartisipasi dalam sebuah referendum terkait status kepulauan tersebut. Hasilnya, 99,8 persen pemilih ingin Falkland tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. Argentina menolak mengakui hasil referendum itu.

Sumber: Sputnik

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Argentina urungkan lawatan ke Inggris akibat isu Falkland

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.