Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung

Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak produktif.

Ia menyebut ada perusahaan pelat merah yang terus merugi, tetapi justru melaporkan keuntungan.

"Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat membahas penataan BUMN. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi persoalan karena sejumlah BUMN juga bekerja sama dengan perusahaan asing.

Ia mengatakan pemerintah perlu menghilangkan praktik-praktik yang membuat pengelolaan BUMN tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Selain persoalan kinerja, Prabowo menyoroti banyaknya lapisan direksi dan komisaris di tubuh BUMN. Pemerintah pun mulai melakukan perampingan jumlah perusahaan pelat merah.

Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup 290 BUMN. Jumlah tersebut ditargetkan terus dipangkas sehingga pada akhir tahun hanya tersisa paling banyak 300 BUMN.

"750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," tutur Sang Kepala Negara.

Ia menyebut perampingan tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Penghematan itu, kata Prabowo, tidak lagi digunakan untuk membiayai gaji direksi dan komisaris maupun kegiatan yang tidak produktif.

Dana tersebut akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta kegiatan lain yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Prabowo sebelumnya mengungkapkan setelah pembentukan Danantara, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN beserta anak, cucu, dan cicit perusahaan. Jumlah itu jauh di atas perkiraan awal pemerintah yang hanya sekitar 300-400 BUMN.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)