Harga Emas 24 Karat: Perbandingan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat: Perbandingan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas 24 karat dari produsen utama seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), dan PT Hartadinata Abadi Tbk menunjukkan variasi pada Senin, 28 September 2026. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi investor dan masyarakat umum yang tertarik pada logam mulia.

Emas telah lama dianggap sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan fluktuasi mata uang. Namun, keputusan untuk berinvestasi emas memerlukan pemahaman mendalam mengenai keuntungan dan risikonya.

Selain itu, penting juga bagi calon pembeli untuk mengetahui cara membedakan emas asli dari yang palsu guna menghindari kerugian. Pemahaman ini krusial untuk memastikan keamanan investasi.

Perbandingan Harga Emas 24 Karat dari Berbagai Produsen

Harga emas pegadaian naik

Perbesar

Petugas memperihatkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Senin, 28 September 2026, harga emas Antam 24 karat untuk ukuran 0,5 gram tercatat Rp 1.348.500, sementara 1 gram dibanderol Rp 2.597.000. Untuk pembelian dalam jumlah besar, emas Antam 1.000 gram tersedia melalui skema pre-order dengan harga Rp 2.537.600.000.

PT Pegadaian (Persero) menawarkan emas dari berbagai merek, termasuk Galeri24, Antam, dan UBS. Emas Galeri24 0,5 gram dijual seharga Rp 1.325.000, dengan ukuran 1.000 gram mencapai Rp 2.449.240.000. Emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki harga Rp 1.370.000 untuk 0,5 gram dan Rp 257.721.000 untuk 100 gram. Sementara itu, emas UBS di Pegadaian tercatat Rp 1.380.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.553.000 untuk 1 gram.

PT Hartadinata Abadi Tbk juga merilis harga dasar dan harga buyback emasnya. Emas 0,1 gram memiliki harga dasar Rp 308.500 dengan harga buyback Rp 231.500. Untuk emas 1.000 gram, harga dasarnya mencapai Rp 2.376.000.000, dan harga buyback-nya adalah Rp 2.303.000.000.

Keuntungan dan Risiko Investasi Emas

Harga emas pegadaian naik

Perbesar

Seorang petugas menunjukkan koleksi emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Investasi emas menawarkan beberapa keuntungan signifikan, antara lain sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan dikenal sebagai aset safe haven yang relatif tahan terhadap gejolak ekonomi. Emas juga memiliki likuiditas tinggi, sehingga mudah dicairkan menjadi uang tunai, serta bebas dari pajak dan bunga.

Investor dapat memulai investasi emas dengan modal yang relatif kecil, bahkan mulai dari Rp10.000 atau 0,01 gram. Selain itu, emas dapat dijadikan jaminan saat membutuhkan dana darurat dan berfungsi sebagai alat diversifikasi portofolio investasi.

Namun, investasi emas juga memiliki risiko dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga emas cenderung lambat, menjadikannya lebih cocok untuk investasi jangka panjang, minimal 1-3 tahun. Emas tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen saham atau bunga obligasi, dan rentan terhadap risiko kehilangan atau pencurian jika tidak disimpan dengan aman.

Ada pula selisih antara harga beli dan harga jual kembali (spread) yang perlu diperhitungkan, serta volatilitas harga jangka pendek yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan sentimen investor. Pemilihan jenis emas yang salah, seperti emas perhiasan yang memiliki biaya pembuatan, juga dapat mengurangi potensi keuntungan investasi.

Panduan Lengkap Mengenali Emas Asli

Harga Emas Hari Ini Stabil

Perbesar

Karyawati menunjukkan replika emas logam mulia di Butik Emas LM ANTAM, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk menghindari kerugian, sangat penting bagi calon pembeli untuk mengetahui ciri-ciri emas asli. Emas asli biasanya memiliki cap yang menunjukkan kadar emas (misalnya 999,9 untuk 24 karat) dan nama perusahaan pencetak yang terlihat jelas. Warnanya kuning cerah yang konsisten, tidak korosif, dan tidak akan berkarat seiring waktu. Emas murni juga bersifat lunak, sehingga gigitan ringan dapat meninggalkan bekas samar.

Beberapa uji fisik dapat dilakukan untuk mengecek keaslian. Emas asli bersifat non-magnetis, artinya tidak akan tertarik oleh magnet. Uji gosok pada telapak tangan atau keramik polos tidak akan meninggalkan noda hitam. Saat dijatuhkan ke permukaan keras, emas asli akan menghasilkan dering yang panjang dan nyaring. Emas asli juga sangat padat, dengan kepadatan standar sekitar 19,3 gram/ml.

Uji kimiawi seperti menggunakan asam nitrat atau cuka juga bisa membantu, di mana emas asli tidak akan berubah warna. Namun, uji asam nitrat bersifat berbahaya dan memerlukan perlengkapan keamanan khusus.

Verifikasi keaslian juga dapat dilakukan melalui sertifikat yang biasanya dilengkapi hologram dan dapat diperiksa di bawah sinar ultraviolet. Beberapa produsen, seperti Antam, menyediakan aplikasi CertiEye untuk memverifikasi keaslian emas batangan dengan memindai barcode produk. Cara paling akurat dan aman adalah membawa emas ke toko emas terdekat atau ahli perhiasan untuk pemeriksaan profesional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6