Prabowo Harap Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia Digandakan Lewat I-EAEU FTA 2027
Putri Dinda Permata Sari
| 3 September 2026, 20:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). - Youtube Sekretariat Presiden
AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan agar nilai perdagangan Indonesia dan Rusia digandakan melalui Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Diketahui, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar USD5 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat 21,7 persen dibandingkan dengan 2024.
"Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo, saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Menurutnya, peluang untuk meningkatkan perdagangan kedua negara didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia dan Rusia yang saling melengkapi. I-EAEU FTA sendiri direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Prabowo berharap, penerapan perjanjian perdagangan bebas tersebut dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Rusia, termasuk dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," ujarnya.
Baca Juga: Intelijen Denmark Ungkap Rencana Sabotase Rusia Sasar Industri Pertahanan
Prabowo mengatakan, Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan di sektor masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam hubungan perdagangan bilateral. Indonesia memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, dan barang konsumsi.
Indonesia juga memiliki angkatan kerja muda serta menjadi gerbang menuju pasar ASEAN yang mencakup sekitar 680 juta penduduk. Sementara Rusia memiliki sejumlah sektor unggulan, di antaranya gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," tutup Prabowo.