Pos PGA harap warga waspadai awan panas guguran Karangetang

Pos PGA harap warga waspadai awan panas guguran Karangetang
Suara gemuruh lemah agak kuat di sertai kepulan asap putih keabu-abuan tipis agak tebal lalu condong ke bagian utara timur laut dengan sekitar 25-100 meter

Manado (ANTARA) - Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P Tatipang berharap warga mewaspadai potensi awan panas guguran Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

"Awan panas guguran bisa terjadi akibat material vulkanik terus menumpuk di puncak kawah yang kemudian runtuh," kata Yudia di Manado, Selasa.

Potensi awan panas guguran bisa saja terjadi apalagi saat ini luncuran lava pijar masih teramati di puncak kawah utara (kawah dua).

"Ini yang harus diwaspadai apalagi runtuhan material vulkanik dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya.

Baca juga: Pos PGA: Jarak luncuran lava Gunung Karangetang capai 1.000 meter

Karena itu, dia berharap warga yang melakukan aktivitas pertanian di lereng Gunung Karangetang berhati-hati serta mematuhi radius bahaya yang direkomendasikan.

Sebagaimana data hasil pengamatan aktivitas Gunung Karangetang periode 17 Agustus 2026, asap kawah dua putih tipis tekanan asap lemah sedang lebih kurang 25 meter, sinar api lebih kurang 10-25 meter.

Suara gemuruh lemah agak kuat di sertai kepulan asap putih keabu-abuan tipis agak tebal lalu condong ke bagian utara timur laut dengan sekitar 25-100 meter.

Guguran lava pijar ke arah Kali Sumpihi lebih kurang 100-700 meter dan pada pukul 11.00 Wita pengamatan dari Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat teramati vegetasi antara Kali Kinali dan Hiung terbakar.

Pada aktivitas Level II (Waspada) diharapkan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah utara-barat dan barat daya sejauh 2.5 kilometer dari kawah utara.

Baca juga: Luncuran lava pijar Gunung Karangetang tak jangkau permukiman warga

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.