PLN Perkuat Kesiapsiagaan Insan PLN melalui Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat P3K
PLN Perkuat Kesiapsiagaan Insan PLN melalui Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat P3K
Selasa, 18 Agustus 2026 17:51 WIB
Pemateri dari PMI Kabupaten Berau menyampaikan edukasi mengenai prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai bagian dari peningkatan kompetensi pertolongan pertama bagi pegawai dan tenaga alih daya PLN UPP KLT 2. (ANTARA/HO-PLN UPP KLT)
Berau (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) KLT 2 memperkuat kesiapsiagaan insan PLN dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, Senin (10/8).
Kegiatan yang diikuti oleh pegawai dan tenaga alih daya ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pemenuhan maturity level Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.
Bertempat di Kantor PLN UPP KLT 2, Tanjung Redeb, kegiatan tersebut memberikan pembekalan mengenai keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat medis, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama, yakni dasar pertolongan pertama, metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta penanganan gejala serangan jantung yang muncul secara mendadak saat berolahraga.
Pada materi dasar pertolongan pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip dan langkah awal dalam menangani korban kecelakaan, termasuk teknik pembalutan luka.
Sementara itu, metode RICE diperkenalkan sebagai salah satu teknik penanganan awal terhadap cedera ringan seperti keseleo atau terkilir yang dapat terjadi saat melakukan aktivitas fisik.
Tidak hanya menerima materi secara teori, peserta juga mengikuti simulasi dan praktik secara langsung.
Salah satunya melalui praktik RJP menggunakan manekin simulasi untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan pertolongan kepada korban yang mengalami henti jantung.
“Kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat merupakan bagian penting dari penerapan budaya K3. Melalui edukasi dan simulasi P3K ini, kami ingin memastikan setiap insan PLN memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng.
Ia menambahkan, edukasi tersebut juga memiliki relevansi dengan penguatan Program Wellbeing di lingkungan PLN yang mendorong insan PLN untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik dan olahraga.
“Hal ini juga semakin relevan dengan penguatan Program Wellbeing di lingkungan PLN, di mana aktivitas fisik dan olahraga menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran insan PLN. Selain mendorong gaya hidup sehat, kami juga perlu memastikan kesiapan dalam mengenali dan merespon kondisi darurat yang mungkin terjadi saat beraktivitas,” lanjut Jefry.
Kegiatan edukasi dan simulasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya K3 di lingkungan PLN. Keterampilan pertolongan pertama menjadi bekal penting bagi insan PLN yang menjalankan aktivitas tidak hanya di lingkungan perkantoran, tetapi juga di lapangan dan lokasi proyek dengan karakteristik risiko yang beragam.
Melalui kolaborasi bersama PMI Kabupaten Berau, PLN terus mendorong peningkatan kompetensi dan kepedulian insan PLN terhadap keselamatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membangun lingkungan kerja yang semakin aman, sehat, dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat.
Semangat Setiap Orang Bisa Menolong, Setiap Detik Berarti menjadi pengingat bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan penting yang dapat memberikan dampak besar ketika menghadapi situasi darurat.
Baca juga: PLN dan BPN Kolaborasi Tuntaskan 13 Sertifikat Tapak Tower SUTT 150 kV Melak-Kotabangun
Baca juga: PLN Sukses Layani Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka dan di Berbagai Daerah
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.