PKM Unib bangun model pengelolaan sampah desa berbasis partisipatif - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bengkulu (Unib) membangun model pengelolaan sampah desa berbasis partisipatif untuk menumbuhkan perilaku sadar lingkungan di tengah masyarakat.
"Perubahan perilaku merupakan fondasi utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ketika masyarakat memahami dampak dari setiap kebiasaan yang dilakukan, perubahan akan muncul dari kesadaran, bukan karena paksaan," kata Ketua Tim PKM Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unib Diyas Widiyarti di Bengkulu, Jumat.
Program bertema 'Membangun Perilaku Sadar Lingkungan Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipatif Mendukung Kebersihan Desa' itu dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan sejak lingkup rumah tangga.
Menurut Diyas, persoalan pengelolaan sampah di banyak wilayah perdesaan tidak semata-mata disebabkan keterbatasan sarana, melainkan masih kuatnya kebiasaan membuang sampah sembarangan atau membakarnya di pekarangan rumah. Kebiasaan tersebut berpotensi mencemari lingkungan, menurunkan kualitas udara dan air, serta meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Karena itu, tim PKM menerapkan pendekatan edukasi partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan. Model tersebut diterapkan di Desa Kelindang Atas, Kecamatan Merigi, Kabupaten Bengkulu Tengah..
Selain sosialisasi di balai desa, tim bersama kader kesehatan desa dan anggota Karang Taruna juga melakukan edukasi dari rumah ke rumah agar warga dapat berdiskusi langsung mengenai persoalan pengelolaan sampah rumah tangga.
Dalam setiap kunjungan, masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Warga juga diberikan pemahaman mengenai dampak sampah organik maupun anorganik yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan dan lingkungan.
"Kami mengajak masyarakat memulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari dapur. Kebiasaan kecil ini apabila dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat," ucap Diyas.
Keberlanjutan program didukung melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kader kesehatan desa, dan Karang Taruna yang diproyeksikan menjadi agen perubahan dalam menjaga budaya sadar lingkungan di masyarakat.
Pemerintah Desa Kelindang Atas juga menyiapkan penyusunan Peraturan Desa mengenai tata kelola lingkungan serta mengalokasikan dana desa untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Melalui model pengelolaan sampah berbasis partisipatif tersebut, tim PKM berharap partisipasi masyarakat dalam memilah sampah terus meningkat sehingga mampu mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui model pengelolaan sampah desa berbasis partisipatif tersebut, tim PKM menargetkan lebih dari 75 persen rumah tangga di Desa Kelindang Atas berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemilahan sampah.
Program itu juga diproyeksikan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 40–50 persen melalui pengolahan mandiri dan penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.