PHR Sukses Bor Sumur MESO#22, Produksi Awal Tembus 2.128 BOPD

PHR Sukses Bor Sumur MESO#22, Produksi Awal Tembus 2.128 BOPD

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses membukukan tambahan produksi secara signifikan dari sumur infill directional atau berarah tipe S (S-Type) MESO#22 yang berlokasi di Lapangan Menggala South (Menggala South Field), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Berdasarkan hasil uji sumur (well test), sumur MESO#22 berhasil mencatatkan Initial Production (IP) sebesar 2.128 BOPD (Barrel Oil Per Day), dengan tingkat water cut yang terjaga rendah di kisaran 25%, dari total fluida sebesar 2.853 BFPD (Barrel Fluid Per Day).

General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan yang berhasil menorehkan pencapaian dan mengurai tantangan teknis tersebut.

"Alhamdulillah, Keberhasilan MESO#22 memberikan tambahan produksi yang sangat berarti bagi PHR Zona Rokan. Ini merupakan wujud komitmen PHR untuk terus menopang ketahanan energi nasional melalui program pengeboran,” kata Andre, dikutip Senin (17/8/2026).

Pelaksanaan Sumur MESO#22 diselesaikan dalam total waktu aktual 29,04 hari, termasuk perhitungan rig moving, initial completion, dan Non-Productive Time (NPT) dibandingkan dengan rencana awal selama 24,2 hari.

Pengeboran sumur MESO#22 yang mencapai kedalaman 3.920 ftMD ini diawali dengan tajak sumur menggunakan Rig GW-336 pada 16 Juli 2026. Seluruh rangkaian operasi pengeboran berhasil diselesaikan hingga rig release pada 29 Juli 2026.

Saat ini, produksi minyak dari MESO#22 telah dialirkan menuju Gathering Station (GS) MESO. Seluruh proses pengaliran fluida dan operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, integritas fasilitas, serta komitmen penuh terhadap aspek keselamatan dan operasi yang andal.

Keberhasilan sumur MESO#22 tidak lepas dari kepiawaian Perwira PHR dalam memitigasi berbagai tantangan keteknikan di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah perubahan profil trajektori, dari yang sebelumnya menggunakan tipe J (J-Type) menjadi tipe S (S-Type) yang memiliki tingkat kesulitan jauh lebih tinggi.

Selain trajektori, tim PHR juga berhadapan dengan potensi sloughing shale (lapisan serpih yang mudah rontok dan tidak stabil). Tantangan ini berhasil diatasi secara efektif melalui strategi penerapan mud weight schedule yang tepat.

Guna meminimalisasi risiko washout, tim mengeksekusi strategi control drilling dengan menerapkan parameter rendah (low parameter) serta reologi lumpur yang tinggi (high rheology). Kombinasi strategi ini terbukti ampuh meredam isu washout sehingga proses run casing berjalan lancar hingga mencapai dasar sumur.