Peserta KKI 2026 Melonjak, Lebih dari 1.850 UMKM Ikut Pameran
Jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025. Pada tahun lalu, pameran luring diikuti 362 UMKM dan lebih dari 1.100 UMKM mengikuti pameran secara daring.
Peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu perkembangan utama KKI 2026, yang memasuki penyelenggaraan ke-11.
Baca Juga: KKI 2026 Digelar, BI Dorong UMKM Aceh Tembus Pasar Global
Selain memperkenalkan produk lokal kepada konsumen, KKI tahun ini membawa agenda yang lebih luas melalui penguatan akses UMKM terhadap pembiayaan, pasar ekspor, serta rantai nilai.
KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan selama empat hari penyelenggaraan. Kegiatan tersebut mencakup talkshow mengenai ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, hingga showcase UMKM unggulan.
Beragam produk hasil kurasi UMKM ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk yang berkaitan dengan atraksi desa wisata.
Bank Indonesia mengatakan, perluasan peserta dan agenda KKI 2026 menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ruang promosi produk UMKM.
Sejumlah kegiatan juga dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan, pasar, serta mitra dalam rantai pasok.
Business matching menjadi salah satu agenda yang mempertemukan UMKM dengan peluang pembiayaan, ekspor, dan value chain.
Skema tersebut penting bagi pelaku UMKM karena tantangan pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi barang, tetapi juga akses terhadap modal dan pasar.
Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti juga memperkuat kolaborasi melalui sejumlah program yang diarahkan untuk memberikan dampak kepada pelaku usaha.
Lima aspek kebaruan KKI 2026 mencakup program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
"KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan, mulai dari program berdampak nyata, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, hingga penerapan prinsip keberlanjutan," ujarnya dalam konferensi pers opening KKI tahun 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: BULOG Siapkan 20 Ton Beras dan 1.000 Liter MinyakKita untuk Korban Gempa NTT
Partisipasi secara daring menjadi salah satu komponen penting dalam KKI 2026. Lebih dari 1.300 UMKM mengikuti pameran melalui platform digital KKI, sehingga jumlah pelaku usaha yang terlibat secara keseluruhan mencapai lebih dari 1.850 UMKM jika peserta luring dan daring dihitung secara terpisah.
Perluasan kanal digital tersebut juga melanjutkan tren KKI sebelumnya. Pada 2025, lebih dari 1.100 UMKM mengikuti pameran secara daring.
Sementara itu, jumlah peserta luring meningkat lebih tajam, dari 362 UMKM pada KKI 2025 menjadi lebih dari 550 UMKM pada KKI 2026. Artinya, terdapat penambahan sedikitnya 188 peserta pada pameran fisik.
Kenaikan tersebut memperlihatkan semakin besarnya ruang yang disediakan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat sekaligus membangun peluang bisnis dengan mitra.
Selain transaksi dan promosi, KKI 2026 menempatkan pengembangan produk lokal sebagai salah satu bagian dari ekosistem UMKM.
Produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi dan mencakup sejumlah subsektor ekonomi kreatif serta produk konsumsi.
Mulai dari produk fesyen, wastra, aksesori, dan home decor, hingga kopi serta makanan dan minuman olahan, menjadi bagian dari produk yang dipamerkan.
KKI 2026 juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi produk lokal. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk UMKM agar tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Di sisi lain, penguatan rantai nilai dan agenda ekspor menjadi bagian dari kegiatan business matching. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, tetapi juga berkesempatan membangun hubungan dengan calon mitra bisnis.
Aspek lain yang menjadi pembaruan pada KKI 2026 adalah penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.
Program tersebut mencakup konsep zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau dalam penyelenggaraan kegiatan.
Konsep keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan KKI 2026 bersama agenda promosi dan pengembangan UMKM.
Selain kegiatan utama di area pameran, KKI 2026 juga menghadirkan Area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, berbagai aktivitas interaktif, serta instalasi hijau.
Oleh karena itu, Destry mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun mengakses pameran melalui platform digital KKI.
"Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung maupun secara daring. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa," ucap Destry.
Dengan peningkatan jumlah peserta, perluasan kanal digital, serta agenda yang mencakup pembiayaan, ekspor dan rantai nilai, KKI 2026 diarahkan tidak berhenti pada promosi produk.
Pameran ini juga menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan UMKM dengan peluang pengembangan usaha dan pasar yang lebih luas.