Peruri perluas akses pasar UMKM binaan melalui Road to INACRAFT 2026

Peruri perluas akses pasar UMKM binaan melalui Road to INACRAFT 2026

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya melalui keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 gun...

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya melalui keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 guna meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan eksposur produk, memperluas akses pasar, serta mempertemukan UMKM binaan dengan konsumen maupun calon mitra usaha.

β€œKeikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM binaan Peruri untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produknya kepada pasar yang lebih luas. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan usaha, serta mendorong UMKM binaan untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produknya,” ujar Adi dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Selasa.

Sebagai informasi, Road to INACRAFT 2026 diselenggarakan pada 15-19 Juli 2026 di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Keikutsertaan Peruri merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Peruri dalam mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Adi menjelaskan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, promosi, perluasan jaringan pemasaran, serta pembukaan peluang kerja sama agar UMKM binaan mampu tumbuh secara mandiri dan adaptif terhadap perkembangan pasar.

Melalui ajang tersebut, Peruri berharap UMKM binaannya dapat memperoleh wawasan mengenai kebutuhan pasar, membangun hubungan bisnis baru, serta meningkatkan nilai tambah dan inovasi produknya.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Peruri dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun Road to INACRAFT 2026 menjadi sarana promosi sekaligus pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM dan industri kreatif.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UMKM binaan Peruri memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, memahami perkembangan pasar, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan kesiapan untuk menembus pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan itu, Peruri mengusung tema β€œHayuning Bawono” dengan konsep sustainable product dan slow fashion. Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta proses produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Peruri melibatkan 7 UMKM binaan asal Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Berkarya. Ketujuh UMKM tersebut menampilkan berbagai produk unggulan dari sektor fesyen, kerajinan, dan kuliner.

Astarupa menghadirkan kaus batik dan kaus lukis, sedangkan Ethnic Gendhis menampilkan batik tulis dengan desain etnik. Klamby Kulo membawa produk fesyen dan aksesori, sementara Kain Etnik Mama Poenya memamerkan busana berbahan wastra Indonesia dengan teknik jahit khas.

Selain itu, CFTM menampilkan dompet dan strap berbahan kulit asli, Delolie memperkenalkan kukis gaplek khas Gunungkidul, serta Black Garlic Adimas menghadirkan produk olahan bawang hitam.

Baca juga: BP BUMN: Pergantian Dirut Peruri sesuai kebutuhan

Baca juga: PERURI ingatkan pelaku usaha gunakan e-meterai resmi

Baca juga: Peruri hadirkan teknologi untuk jamin keaslian produk industri kreatif

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.