Perum Bulog Natuna salurkan 69.000 liter minyak goreng hingga September
Perum Bulog Natuna salurkan 69.000 liter minyak goreng hingga September
Senin, 21 September 2026 15:31 WIB
Minyak goreng. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau, mencatat telah menyalurkan sebanyak 69.000 liter minyak goreng (migor) jenis MinyaKita melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) hingga September 2026.
Pemimpin Cabang Bulog Natuna Pencius Siburian, dikonfirmasi dari Batam, Senin, mengatakan saat ini terdapat lima RPK yang aktif melakukan transaksi dengan Bulog untuk penyaluran minyak goreng, dan seluruhnya berada di kawasan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) atau Pasar Ranai.
"Konsentrasi outlet RPK yang saat ini aktif menyalurkan minyak goreng berada di Pasar SP2KP atau Pasar Ranai," ucapnya.
Ia mengatakan penyaluran MinyaKita ke depan direncanakan diperluas melalui berbagai saluran, meliputi pasar SP2KP, pasar daerah lainnya, RPK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta ritel modern.
Namun, Bulog tidak dapat menyalurkan MinyaKita secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan bazar maupun Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menurut dia, dalam penyaluran saat ini, Bulog tidak menetapkan pembatasan kuota pasokan secara khusus bagi setiap outlet. Pendistribusian dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan stok.
Bulog, kata dia, menjadwalkan pengiriman minyak goreng ke kios sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Dalam setiap pengiriman, masing-masing outlet biasanya menerima sekitar 50 kardus.
Minyak goreng yang disalurkan melalui jaringan RPK saat ini merupakan MinyaKita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Merek ini dihadirkan di Natuna melalui Perum Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng di wilayah perbatasan tersebut.
Sementara itu, penyaluran MinyaKita ke wilayah-wilayah terpencil di Natuna belum dilaksanakan. Bulog masih menunggu surat dari pemerintah daerah terkait pendistribusian komoditas tersebut ke daerah terpencil.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.