Pertamina siapkan infrastruktur guna dukung pengembangan bioetanol - ANTARA News Jambi

Pertamina siapkan infrastruktur guna dukung pengembangan bioetanol - ANTARA News Jambi

Jakarta (ANTARA) -  PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong transisi energi melalui pengembanga...

Jakarta (ANTARA) -  PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong transisi energi melalui pengembangan bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol, seperti program E5-E20.

"Pertamina telah menyiapkan infrastruktur blending, terminal BBM, serta fasilitas distribusi,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Baron menyampaikan Pertamina siap mendukung kebijakan pemerintah untuk mengembangkan bioetanol.

Saat ini, tutur dia melanjutkan, PT Pertamina Patra Niaga telah memasarkan Pertamax Green 95 di 177 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di sejumlah wilayah Pulau Jawa sebagai bagian dari implementasi bertahap pemanfaatan bioetanol.

Pertamax Green 95 terbuat dari campuran Pertamax dan 5 persen bioetanol nabati berbahan dasar tebu (E5).

"Pertamina juga memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat secara aman dan andal," ujar Baron.

Secara terpisah, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengungkapkan bahwa saat ini Pertamina sedang membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 30 ribu kiloliter (kl) per tahun.

Pengembangan program E10 merupakan strategi pemerintah untuk menekan impor bensin, sehingga mewujudkan ketahanan energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia, dengan membangun setidaknya 30 sampai dengan 50 pabrik sebagai upaya untuk mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol.

Kepala Negara memberikan contoh bagaimana India sudah dapat mencapai E20 dan Brasil sudah mencapai E100.

Melihat dari kedua negara tersebut, dia menyampaikan optimisme Indonesia dapat mencapai target untuk mencapai tingkatan E20.

Baca juga: Pertamina bangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore

Baca juga: Kejar mandatori E20, ESDM membuka peluang swasta bangun pabrik etanol

Baca juga: Bahlil wajibkan bensin campur etanol 10 persen pada 2027

Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.