Pertamina RU IV Cilacap latih diversifikasi produk puyuh bernilai jual
Pertamina RU IV Cilacap latih diversifikasi produk puyuh bernilai jual
Selasa, 25 Agustus 2026 16:07 WIB
Pelatihan Diversifikasi Produk Puyuh menjadi Produk Bernilai Ekonomi yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026). ANTARA/HO-Kilang CIlacap
keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga
Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap mendorong penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Puyuh menjadi Produk Bernilai Ekonomi yang digelar di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/8), dengan melibatkan 11 anggota kelompok perempuan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan Program MAMAKU, khususnya kegiatan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal.
Area Manager Communication, Relations and CSR Kilang Cilacap Agustiawan mengatakan hasil budidaya puyuh yang selama ini berupa telur dan daging dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal," ujarnya.
Menurut dia, diversifikasi produk memungkinkan bahan pangan lokal memiliki masa pemanfaatan yang lebih luas sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai nilai ekonomi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
Ia mengatakan ketersediaan bahan pangan yang diproduksi sendiri, disertai kemampuan mengolah dan mengembangkan produk, dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar wilayah.
"Bagi kelompok perempuan eks PMI, keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Officer CSR and SMEPP Kilang Cilacap Lifania Riski Nugrahani menyerahkan bantuan perlengkapan memasak untuk mendukung kegiatan pengolahan produk dan pengembangan usaha kelompok.
Pelatihan menghadirkan Dosen Program Studi Produk Agroindustri Politeknik Negeri Cilacap Mardiyana sebagai instruktur. Peserta memperoleh pembekalan mengenai diversifikasi produk, pengenalan bahan, serta prinsip dasar pengolahan pangan berbahan dasar telur dan daging puyuh.
Peserta selanjutnya melakukan penimbangan bahan dan menentukan komposisi sebelum mempraktikkan secara langsung proses pengolahan hingga pemasakan dimsum berbahan dasar produk turunan puyuh.
Pemilihan dimsum menjadi salah satu bentuk diversifikasi karena produk tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai pangan siap konsumsi sekaligus memiliki peluang untuk dipasarkan oleh kelompok.
Melalui kegiatan itu, Program MAMAKU mengintegrasikan penguatan ketahanan pangan, peningkatan keterampilan, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat Kutawaru.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.