Pertamina ajak masyarakat awasi penyaluran BBM bersubsidi

Pertamina ajak masyarakat awasi penyaluran BBM bersubsidi

Cilacap, Jawa Tengah (ANTARA) - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan biosolar.

“Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak, hemat,” ujar Roberth ketika ditemui di sela-sela temu media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Pernyataan tersebut terkait dengan penyaluran BBM yang terkendala oleh sungai surut di Kalimantan.

Roberth meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi jalur sungai yang kering untuk kepentingan pribadi.

“Jangan memanfaatkan dengan misalnya, jalur sungainya kering, kemudian terjadi pembelian berulang di SPBU, kemudian dijual kembali dengan harga mahal,” ucap Roberth.

Praktik tersebut, tutur Roberth, sangat disayangkan oleh Pertamina sebab masyarakat telah kesulitan saat berhadapan dengan El Nino, namun dipersulit oleh oknum-oknum ketika membutuhkan energi.

“Ini kami sangat menyayangkan, bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan,” ujar Roberth.

Roberth menjelaskan keringnya sungai akibat kemarau ekstrem merupakan force majeure atau kondisi kahar.

Pengiriman BBM yang biasanya menggunakan jalur kapal, tutur Roberth, terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Oleh karena itu, Pertamina menyalurkan BBM menggunakan mobil tangki akibat surutnya sungai di Kalimantan.

“Kami harus melakukan yang namanya contingency plan. Yang sebelumnya disalurkan melalui kapal, maka harus disalurkan melalui mobil tangki,” ujar Roberth.

Debit air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat mengalami penyusutan drastis dan mengering di beberapa titik akibat musim kemarau panjang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai yang surut, sehingga menjadi kendala bagi kapal distribusi energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM yang menggunakan jalur darat.

Akan tetapi, ia mengakui volume angkut truk pengiriman BBM itu tidak sebesar angkutan sungai.

Baca juga: Pertamina ambil alih SPBU nakal untuk perketat pengawasan BBM subsidi

Baca juga: Pertamina-Pemprov Sumbar kolaborasi untuk awasi distribusi BBM subsidi

Baca juga: Menkeu: Pembatasan subsidi BBM bisa hemat anggaran 10 persen

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.