Perjalanan Makin Nyaman, KA Pangrango Bogor-Sukabumi Kini Pakai Gerbong Baru
Jakarta -
PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi telah mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi New Generation untuk KA Pangrango relasi Bogor - Sukabumi (PP). Perjalanan makin nyaman, liburan aman!
Perubahan paling signifikan pada kereta jenis baru ini terletak pada kapasitas penumpangnya. Jika sebelumnya satu kereta memuat 80 tempat duduk, kini kapasitasnya dipangkas menjadi 72 tempat duduk per kereta.
Pengurangan jumlah kursi ini sengaja dilakukan agar para penumpang mendapatkan ruang kaki (legroom) yang jauh lebih lega serta desain kursi yang lebih ergonomis demi kenyamanan selama perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, total daya tampung KA Pangrango kini menjadi 460 kursi. Pihak KAI optimistis jumlah tersebut tetap mampu melayani volume penumpang rute Bogor - Sukabumi secara optimal, mengingat koridor ini merupakan salah satu jalur terpadat, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan sekolah.
Terkait pembaruan ini, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa Kereta Ekonomi New Generation yang dipakai pada rangkaian KA Pangrango merupakan buah karya modifikasi dan perawatan intensif dari Balai Yasa Manggarai. Unit perawatan sarana milik KAI tersebut tercatat telah berhasil memproduksi puluhan kereta serupa sebagai bagian dari komitmen peremajaan armada.
Anne menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan keandalan Balai Yasa dalam mendukung modernisasi sarana KAI secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat kemandirian industri perkeretaapian di tingkat nasional.
Berdasarkan data statistik dari KAI, minat masyarakat terhadap KA Pangrango terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Tahun 2023 mengangkut 786.001 penumpang, tahun 2024 meningkat menjadi 874.789 penumpang dan tahun 2025 (Januari - Juni) menyentuh angka 554.394 penumpang, yang terdiri dari 87.326 penumpang kelas eksekutif dan 467.068 pelanggan kelas ekonomi.
Modernisasi armada KA Pangrango ini didukung penuh oleh peran krusial Stasiun Bogor sebagai hub konektivitas wilayah regional. Stasiun bersejarah ini mencatat pergerakan penumpang yang luar biasa, dengan rata-rata harian mencapai sekitar 49.369 pengguna yang masuk (gate-in) dan 49.024 pengguna yang keluar (gate-out) layanan Commuter Line.
Terlebih lagi, integrasi ciamik antara Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor sukses menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kota (downtown) modern bernuansa Eropa. Kawasan terpadu ini berhasil menggabungkan fungsi area transit transportasi, tempat rekreasi, sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga setempat.
Sebagai kota yang sudah melek modernisasi sejak zaman kolonial, Bogor terus berbenah melalui konektivitas antarmoda yang semakin efisien, di mana KA Pangrango menjadi salah satu urat nadi utamanya.
(bnl/wsw)