Thailand Gratiskan Bagasi untuk Penumpang yang Ingin Bawa Buah-buahan

Thailand Gratiskan Bagasi untuk Penumpang yang Ingin Bawa Buah-buahan

Jakarta -

Maskapai-maskapai Thailand bikin gebrakan baru. Mereka memberikan fasilitas gratis bagi penumpang yang ingin membawa buah-buahan segar dalam penerbangan.

Tujuh maskapai di Thailand memberikan bagasi gratis untuk penumpang yang ingin membawa buah segar hingga 10 kilogram dalam penerbangan domestik. Program tersebut dibuat untuk membantu petani memasarkan hasil panen sekaligus mendukung pariwisata dalam negeri.

Kebijakan itu mulai berlaku pada Selasa dan akan berlangsung hingga 31 Agustus tahun depan, yang merupakan kolaborasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Bangkok Post, Kamis (3/9/2026) Penasihat Menteri Perdagangan Thailand, Banjongjitt Angsusingh, mengatakan program itu bertujuan membantu petani menyalurkan hasil panen saat musim buah tiba. Selain itu, program tersebut juga mendorong masyarakat mengonsumsi buah lokal dan mendukung wisata domestik.

Tujuh maskapai yang ikut serta adalah Thai Airways, AirAsia, Bangkok Airways, Nok Air, Thai Lion Air, Thai VietJet Air, dan Ezy Airlines. Nantinya, area khusus juga disediakan di bandara-bandara untuk petani menjual buah musiman kepada penumpang.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa satu kotak buah dengan kapasitas maksimal 10 kg. Kotak tersebut kemudian dapat didaftarkan sebagai bagasi pesawat tanpa biaya tambahan, penumpang wajib menggunakan kotak resmi yang disediakan di bandara.

Banjongjitt mengatakan program tersebut menargetkan distribusi 100.000 kotak buah atau setara dengan sekitar 1.000 ton. Fasilitas itu diharapkan bisa membantu petani menjangkau konsumen secara lebih luas, terutama saat produksi buah sedang tinggi.

Namun, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Hanya buah segar yang diperbolehkan, sementara buah yang telah dikemas harus dalam kondisi kering.

Kotak juga harus ditutup rapat menggunakan selotip atau tali pengikat. Aturan tersebut dibuat untuk mencegah serangga dan kontaminan masuk, sekaligus menghindari kebocoran serta bau yang dapat mengganggu selama penerbangan.

Pada tahap awal, program ini diterapkan di 20 bandara regional Thailand seperti di bandara Nan, Lampang, Tak, Phitsanulok, Loei, Udon Thani, Khon Kaen, Sakon Nakhon, Nakhon Phanom, juga Roi Et. Adapun, Ubon Ratchathani, Buri Ram, Prachuap Khiri Khan, Chumphon, Ranong, Surat Thani, Nakhon Si Thammarat, Krabi, Trang, dan Narathiwat.

Banjongjitt menegaskan kerja sama ini menjadi cara lain untuk membantu petani memperluas pemasaran dan jalur distribusi hasil panen.

"Penumpang dapat membawa buah yang dibeli dari destinasi wisata ke daerah asal mereka tanpa perlu khawatir dengan biaya transportasi," kata Banjongjitt.

(upd/fem)