Pemprov Papua Tengah siapkan 120 calon KPG atasi kekurangan guru - ANTARA News Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah siapkan 120 calon KPG atasi kekurangan guru - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan 120 calon siswa Kolege Pendidikan Guru (KPG) di tahun ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengatasi krisis ketersediaan dan kehadiran gu...

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan 120 calon siswa Kolege Pendidikan Guru (KPG) di tahun ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengatasi krisis ketersediaan dan kehadiran guru di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaida di Nabire, Jumat, mengatakan KPG berbasis asrama dikelola sebagai pusat pembentukan calon guru yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen pengabdian.

"Masalah utama pendidikan di Papua Tengah saat ini adalah krisis ketersediaan dan tingkat kehadiran guru di sekolah," katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kekosongan guru di kelas dan penurunan kemampuan literasi siswa.

Karena itu, pemerintah mengambil alih pengelolaan KPG untuk membentuk calon guru dengan karakter, panggilan jiwa mengajar, dan komitmen pengabdian.

Program tersebut disinergikan melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menyiapkan guru PAUD, TK, dan SD bagi delapan kabupaten di Papua Tengah.

Menurutnya, kuota penerimaan KPG akan disesuaikan dengan kapasitas daya tampung dan peta kebutuhan guru untuk 20 tahun ke depan.

Pada 2026, sebanyak 120 anak calon siswa KPG disiapkan dengan formula keterwakilan satu anak dari setiap distrik di Papua Tengah.

Ia menjelaskan, terdapat dua persyaratan utama dalam penerimaan calon siswa KPG, yakni putra-putri asli dari distrik setempat dengan nilai akademik terbaik serta lulus tes psikologi keterpanggilan guru dan komitmen pengabdian.

"Kuota penerimaan KPG akan disesuaikan dengan kapasitas daya tampung dan peta kebutuhan guru PAUD, guru TK, dan guru SD 20 tahun ke depan," ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan Papua Tengah memiliki sumber daya guru yang disiapkan dari masyarakat dan wilayahnya sendiri.

Dengan demikian, calon guru diharapkan memiliki pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, dan geografis daerah tempat mereka nantinya mengabdi.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.