Pemprov Kepri laksanakan empat proyek penanganan banjir pada 2026
Pemprov Kepri laksanakan empat proyek penanganan banjir pada 2026
Kamis, 6 Agustus 2026 21:08 WIB
Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri Rodi Yantari. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) melaksanakan empat proyek penanganan banjir di tahun anggaran 2026.
"Keempat proyek dimaksud, dua di antaranya berlokasi di Kabupaten Karimun, dan dua proyek lainnya di Pulau Bintan," kata Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari di Tanjungpinang, Kamis.
Rodi menjelaskan, di Karimun, Dinas PUPP Kepri melaksanakan pekerjaan normalisasi parit Jalan Kemunting, Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, dan pembangunan pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur.
Selain untuk pengendalian banjir di lahan pertanian penduduk, menurutnya, proyek ini juga sebagai upaya mewujudkan Asta Cita Presiden RI dalam rangka mendukung ketahanan pangan.
"Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak mengganggu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat," ujarnya.
Sedangkan di Pulau Bintan, kata Rodi, proyek pengendalian banjir terletak di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.
Pembangunan kanal banjir di kiri dan kanan sungai tersebut meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah guna mencegah banjir ke perkebunan milik warga setempat.
"Selain merendam pemukiman, banjir yang terjadi pada 2021 di perkampungan ini juga merusak tanaman di lahan perkebunan masyarakat setempat, sehingga harus dibangun pengendali banjir," ungkapnya.
Berikutnya proyek pengendalian banjir di Kampung Kepodang II, Kota Tanjungpinang, juga dianggap mendesak karena menyangkut keamanan dan keselamatan warga setempat.
Rodi menyebut banjir yang terjadi di kawasan itu sejak akhir 2020, telah menyebabkan 4 dari 60 rumah warga sekitar terendam air hingga setinggi dada orang dewasa, bahkan menimbulkan kerusakan parah pada bagian struktur tanah akibat erosi di tebing sungai.
Proyek pengendali banjir di Kampung Kepodang II ini pun bertujuan mengantisipasi masuknya buaya ke pemukiman penduduk.
"Sungai di belakang perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya," ujarnya.
Rodi melanjutkan pihaknya membangun batu miring sepanjang 70 meter untuk menangani kerusakan serta mencegah masuknya buaya yang kerap muncul di sempadan sungai Kampung Kepodang II.
Dinas PUPP Kepri berharap dukungan berbagai pihak, terutama yang berada di lokasi pekerjaan agar proyek penanganan banjir tersebut dapat dituntaskan dalam beberapa tahun ke depan.
"Kami berharap dukungan moril, sehingga dapat mengurangi dampak material masyarakat," demikian Rodi.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.