Pemkot Semarang menggenjot partisipasi ASN Peduli Pekerja Rentan

Pemkot Semarang menggenjot partisipasi ASN Peduli Pekerja Rentan

Pemkot Semarang menggenjot partisipasi ASN Peduli Pekerja Rentan

Sabtu, 3 Oktober 2026 13:14 WIB

Image Print

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, saat penyerahan santunan Kematian dari program BPJS Ketenagakerjaan, di Semarang, Jumat (2/10/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang terus menggenjot tingkat partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dalam Program "ASN Peduli Pekerja Rentan" yang sampai saat ini masih 38 persen.

"38 persen ASN Kota Semarang sudah berpartisipasi. Ke depan, kita akan tetap berupaya sehingga seluruh ASN bisa berpartisipasi dalam program ini," kata Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya saat penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris dari Aris Supriyadi dan Puji Winarsih.

Keduanya tercakup dalam Program ASN Peduli dan Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang (Pijar Semar) yang masing-masing mendapatkan santunan senilai Rp42 juta.

Ia menjelaskan kedua program tersebut merupakan satu wujud kepedulian Pemkot Semarang untuk melindungi jaminan sosial pekerja rentan.

"Kalau karyawan 'corporate' itu kan sudah ter-'cover' oleh perusahaannya ya. Nah, yang tidak di-'cover' oleh 'corporate' itu yang di-'cover' oleh program Pijar Semar dan ditambah ASN Peduli," katanya

Menurut dia, sebenarnya seluruh ASN sudah mengetahui program tersebut, tetapi memang tidak bisa dipaksakan dan berangkat dari kepedulian untuk berbagi.

"Sebetulnya sudah diimbau tapi kan ini tidak bisa dipaksa ya. Kita memunculkan kepedulian dari kawan-kawan ASN supaya ada rasa peduli untuk berbagi pada sesama," katanya.

Wakil Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY Dedi Darmawan menjelaskan bahwa dari 13.900 ASN Pemkot Semarang yang sudah berpartisipasi di ASN Peduli ada 5.300 orang atau 38 persen.

BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemkot Semarang terus mendorong dan mengimbau para ASN untuk ikut melindungi pekerja rentan.

"ASN Peduli ini dari ASN yang ada di Kota Semarang 13.900 orang. itu yang sudah berpartisipasi 5.300 (orang, red.) artinya 38 persen kurang lebih ya," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Mohamad Irfan, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan hidup maupun menjadi modal untuk membuka usaha baru.

"Harapannya, santunan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh keluarga yang ditinggalkan, baik untuk menyambung kebutuhan hidup maupun sebagai modal membuka usaha baru, sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga," katanya.

Menurut dia, pemberian santunan tersebut tidak hanya merupakan bentuk manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara.

Yakni, dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko sosial dan ekonomi akibat risiko ketenagakerjaan.

Baca juga: Puluhan mahasiswa ikuti pelatihan calon pekerja migran

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.