Pemkab Tanimbar mulai pembangunan PLTS Terpadu penuhi kebutuhan listrik warga empat desa - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 3 Tahun Anggaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di empat desa di daerah itu.
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Senin mengatakan pembangunan PLTS tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses energi listrik, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan.
"Pembangunan ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, fasilitas yang sudah dan akan dibangun harus dijaga dan dipelihara agar manfaatnya dapat dirasakan sampai anak cucu kita," kata dia.
Pembangunan PLTS terpadu tersebut merupakan proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dengan nilai investasi Rp46,35 miliar.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus mengawal pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Romnus dan Namralan sehingga kehadiran proyek energi bersih tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat.
"Pemkab akan terus mengawal pembangunan infrastruktur dasar. Kita ingin pembangunan di wilayah ini tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.
PLTS tersebut dibangun dengan pelaksanaan fisik dipercayakan kepada PT Arca Energi dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran pembangunan meliputi Desa Nurkat di Kecamatan Molo Maru, Desa Lingada dan Desa Labobar di Kecamatan Wuar Labobar, serta Desa Romnus dan Dusun Namralan di Kecamatan Wuar Labobar.
Menurut dia, ketersediaan energi listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia meminta masyarakat turut menjaga fasilitas yang dibangun agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Selain pembangunan PLTS, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut, termasuk sekolah dan puskesmas pembantu desa.
Pembangunan PLTS terpadu di empat desa dan satu dusun tersebut diharapkan memperkuat pemerataan akses energi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil Kepulauan Tanimbar.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.