Pemkab Sumenep kembangkan usaha pertanian hidroponik - ANTARA News Jawa Timur

Pemkab Sumenep kembangkan usaha pertanian hidroponik - ANTARA News Jawa Timur

Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha pertanian melalui hidroponik sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga di wilayah itu. "Jenis tanaman...

Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha pertanian melalui hidroponik sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga di wilayah itu.

"Jenis tanaman ini kami kembangkan, karena berdasarkan hasil penelitian, tanaman hidroponik memiliki banyak keunggulan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Sumenep Hainur Rasyid di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan jenis tanaman itu, memiliki pertumbuhan cepat, hemat air dan hasil panen lebih bersih dan sehat.

Metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah ini, bisa menyerap nutrisi secara langsung, sehingga tumbuh 30 hingga 50 lebih cepat dibandingkan ditanam di tanah.

"Selain itu, penggunaan air hidroponik lebih sedikit hingga 90 persen dibanding pertanian konvensional karena air bersirkulasi di dalam sistem. Metode tanam ini, tentu sangat cocok di daerah rawan kekeringan dan kekurangan air bersih seperti di Sumenep ini," katanya.

Keunggulan lainnya, metode tanam hidroponik bebas dari hama tanah dan pestisida berlebih, serta lebih higienis.

Menurut Rasyid, jenis pertanian ini bisa dilakukan warga yang tidak memiliki tanah yang cukup luas karena media tanam menggunakan sabut kelapa, atau sekam bakar untuk menopang batang tanaman.

"Sementara ini, tanaman metode hidropik yang kami kembangkan untuk jenis tanaman sayuran hijau dan sayuran buah," katanya.

Sebagai percontohan, Pemkab Sumenep juga telah bekerja sama dengan kelompok usaha tani Ira Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding.

"Dan program ini, juga merupakan salah satu upaya Pemkab Sumenep dalam mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan yang dilakukan pemerintah pusat," katanya.

Kepala DKKP Hainur Rasyid lebih lanjut menjelaskan, kini Pemkab Sumenep terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat terkait program tersebut, terutama bagi kalangan pemuda dan mahasiswa agar mereka bisa proaktif mendukung program prioritas pemerintah.

"Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Sumenep dengan kontribusi sebesar 38,44 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah," katanya

Β Karena itu, upaya untuk mengembangkan usaha pertanian terus dilakukan dan ini juga upaya Pemkab Sumenep untuk menjadikan pertanian sebagai sektor dominan yang menyumbang perekonomian paling besar dibandingkan sektor lainnya.

Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.