Pemkab Nabire siapkan lahan 25 hektare di Lagari untuk TPA baru - ANTARA News Papua Tengah

Pemkab Nabire siapkan lahan 25 hektare di Lagari untuk TPA baru - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, menyiapkan lahan seluas sekitar 20-25 hektare di Lagari untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru sebagai mengantisipasi peningka...

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, menyiapkan lahan seluas sekitar 20-25 hektare di Lagari untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru sebagai mengantisipasi peningkatan volume sampah di daerah itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire Arfan Natan Palumpun di Nabire, Senin, mengatakan lahan yang disiapkan di Lagari lebih luas dibandingkan TPA Karadiri yang saat ini hanya memiliki luas sekitar 15 hektare.

"TPA di Lagari harus menggunakan sistem timbunan terkontrol, tidak bisa lagi menggunakan sistem pembuangan sampah terbuka. Namun pembangunan TPA baru membutuhkan kajian lingkungan terlebih dahulu," katanya.

Ia mengatakan pembangunan TPA baru tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung sesuai standar pengelolaan sampah seperti area timbunan terkontrol, kolam penampungan air lindi, pos jaga, pagar kawasan, hingga jembatan timbang untuk mencatat volume sampah yang masuk.

"Setiap truk sampah yang masuk harus ditimbang terlebih dahulu, kemudian datanya di-input ke aplikasi SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) milik KLH," ujarnya.

Ia mengatakan membutuhkan dukungan anggaran dari berbagai pihak karena fasilitas pengelolaan sampah berstandar tidak sederhana. Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah maupun pemerintah pusat.

Pembangunan TPA baru, kata dia, diperlukan seiring meningkatnya volume sampah di Nabire setelah daerah itu menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Menurut dia, volume sampah yang sebelumnya sekitar 70 ton per hari kini meningkat menjadi sekitar 80 hingga 100 ton per hari.

"Sejak Nabire menjadi ibu kota provinsi baru, laju urbanisasi meningkat pesat. Volume sampah yang dulu sekitar 70 ton per hari sekarang meningkat menjadi 80 hingga 100 ton per hari," katanya.

Ia mengatakan peningkatan volume sampah tersebut tidak dapat hanya ditangani dengan memperluas lokasi pembuangan akhir. Pengurangan dan pengolahan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya.

DLH, kata dia, mendorong pengurangan sampah plastik melalui Bank Sampah, pemanfaatan kembali sampah karton, serta pengolahan sampah organik. Selain itu pihaknya juga terus melakukan perbaikan TPA lama di Karadiri.

TPA Karadiri tetap akan dimanfaatkan dengan perubahan status dan sistem pengelolaan. Sesuai ketentuan, mulai 1 Agustus 2026 TPA tersebut harus menghentikan sistem pembuangan sampah terbuka dan beralih ke sistem timbunan terkontrol.

Ke depan TPA Karadiri diarahkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karadiri, karena tidak jauh dari TPA, Pemprov Papua Tengah telah membantun Kawasan Kota dan Inti Pemerintahan (KKIP).

Ia menambahkan Pemkab Nabire juga terus berupaya memperbaiki TPA Karadiri sembari memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.