Pemkab Kotabaru edukasi potensi geopark bagian Geopark Meratus - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengedukasi potensi geopark dan uji publik Roadmap Geopark untuk menjadi bagian dari Geopark Meratus di daerah berjuluk Bumi Antasari itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru Eka Saprudin mengatakan daerah tersebut tidak hanya memiliki potensi wisata yang luar biasa, tetapi juga memiliki potensi geopark yang merupakan bagian dari Geopark Meratus di Kalsel.
"Potensi Geopark yang ada di Kabupaten Kotabaru ini sangat luar biasa dan membentang dari ujung ke ujung. Ini mempunyai nilai yang luar biasa, dimana kita bisa memanfaatkan dari segi spasial, pendidikan, maupun ekonomi berkelanjutan," katanya di Kotabaru, Senin.
Menurut Sekda, pariwisata Kotabaru identik dengan pantai. Kehadiran Geopark menjadi potensi baru yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Dari segi pendidikan, Geopark Kotabaru memiliki nilai sejarah geologi yang luar biasa sehingga dapat menjadi pusat studi dan penelitian bagi peneliti dalam dan luar negeri, yang pada akhirnya dapat meningkatkan devisa daerah.
Selain itu aspek konservasi menjadi perhatian utama agar kawasan yang memiliki nilai sejarah dan geologi tersebut tetap terjaga dan tidak bersinggungan dengan tata ruang.
Terkait uji publik, Sekda berharap kegiatan ini menjadi ruang partisipasi dan transparansi untuk menyempurnakan dokumen roadmap dengan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga dapat menjadi pedoman dalam pengembangan kawasan, penataan geosite, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kepala Bapperida Kotabaru Erwin Simanjuntak memaparkan tiga pilar utama Geopark Kotabaru, yaitu Dari segi Geodiversity ada Air Terjun Tumpang Dua, bukit karst batu kapur Magalau, dan bentang alam pasir putih.
Dari biodiversity ada habitat bekantan, ekosistem mangrove, dan terumbu karang. Sedangkan cultural diversity ada Festival Budaya Saijaan, Mappanretasi Ade Ogi Bugis Teluk Tamiang, dan Budaya Suku Bajau.
“Alam dan budaya sebagai dasar konservasi, edukasi, dan geowisata," paparnya.
Sementara itu Dewan Pakar Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark Nurul Fajar Desira menjelaskan pengembangan geopark bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan.
Pewarta: Ahmad Nurahsin Q
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.