Pemkab Dompu mulai kembangkan industri benang pewarna alami berbahan lokal

Pemkab Dompu mulai kembangkan industri benang pewarna alami berbahan lokal

Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai mengembangkan industri benang menggunakan pewarna alami berbahan lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Dompu Syirajuddin saat membuka pelatihan industri benang pewarna alami yang berlangsung di halaman SMK Kreatif We Save Dompu, Rabu.

Ia mengatakan pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjawab tantangan perubahan zaman dan persaingan pasar.

“Pelatihan industri benang pewarna alami ini selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga merawat serta melestarikan warisan leluhur yang telah dititipkan sejak masa lampau,” ujarnya.

Syirajuddin mengatakan perkembangan modernisasi dan persaingan pasar yang semakin terbuka membuat pelaku industri lokal menghadapi tantangan, salah satunya penggunaan pewarna sintetis atau kimia yang relatif murah dan menghasilkan warna lebih terang.

Menurut dia, kondisi tersebut sempat menggeser penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil dan kerajinan. Namun, meningkatnya perhatian terhadap produk ramah lingkungan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk berbahan alami.

"Sekarang zaman berubah, dunia sekarang berbalik arah, permintaan terhadap produk pewarna alami semakin meningkat dari hari ke hari, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Inilah peluang emas yang sedang mengetuk pintu kita," katanya.

Ia menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan masyarakat Dompu dengan mengembangkan produk yang memiliki keunikan dan nilai ekonomi melalui pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

"Pelatihan industri benang pewarna alami yang kita buka hari ini hadir sebagai jawaban atas tantangan sekaligus peluang tersebut," ujarnya.

Syirajuddin berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha sehingga memberikan tambahan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Disperindag Kabupaten Dompu Armansyah mengatakan ini berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, dan diikuti 40 peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.

Armansyah menjelaskan pelatihan mengajarkan pemanfaatan sejumlah bahan lokal sebagai sumber pewarna alami, seperti daun ketapang, daun jambu, daun mangga serta bahan alami lainnya yang mudah diperoleh masyarakat.

"Di samping lebih ramah lingkungan, kain yang dihasilkan harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan pewarna sintetis,” ujarnya.

Armansyah mengatakan pelatihan menghadirkan narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah benang menggunakan pewarna alami.

Pengembangan benang menggunakan pewarna alami tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi kreatif Dompu dengan mengoptimalkan bahan lokal menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang pasar lebih luas.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026