Pemkab Bogor kembangkan kawasan pertanian terpadu di median Jalan Bojonggede-Kemang - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mengembangkan kawasan pertanian terpadu di sepanjang median Jalan Bojonggede-Kemang melalui optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin, mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Lahan di sepanjang Jalur Bojonggede-Kemang yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini mulai kita optimalkan menjadi lebih produktif. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ujar Rudy.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.
"Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi yang akan datang. Bersama kita wujudkan Kabupaten Bogor yang lebih maju, produktif, dan istimewa," katanya.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Bogor membahas langkah strategis pemanfaatan lahan di sepanjang jalur Bojonggede-Kemang melalui konsep pertanian terpadu yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.
Konsep tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendukung kemandirian pangan daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan pertanian terpadu itu juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi di wilayah Bojonggede-Kemang.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.