Pemkab Bangka Barat bantu Rp20 juta Adat Cukur Rambut Desa Semulut - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk pelaksanaan Adat Cukur Rambut Desa Semulut.
"Bantuan ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada masyarakat Desa Semulut yang telah komitmen membantu upaya pelestarian nilai-nilai luhur warisan pendahulu yang ada di desa itu," kata Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman di Mentok, Selasa.
Menurut dia, bantuan itu diharapkan bisa memberikan motivasi bagi warga dalam pelestarian tradisi lokal, khususnya panitia kegiatan untuk mencukupi berbagai kebutuhan prosesi tradisi itu.
"Dukungan sebesar Rp20 juta yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tingkat kabupaten ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan adat istiadat agar dapat terus bertumbuh dan semoga bisa dikemas lebih baik lagi sehingga ke depan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Bangka Barat," katanya.
Ia mengatakan tradisi mencukur rambut bayi telah lama menjadi bagian dari adat istiadat di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga mengandung sarat makna, seperti membersihkan bayi, mendoakan keselamatan dan mengenalkan anak kepada lingkungan sosial.
Selain itu, kegiatan mencukur rambut merupakan salah satu bentuk pengamalan sunnah Rasulullah SAW yang pelaksanaannya dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bersamaan dengan pemberian nama dan penyembelihan hewan akikah.
"Tradisi ini identitas simbol penyucian diri sekaligus ungkapan syukur atas anugerah anak sebagai generasi penerus bangsa, kami akan terus mendukung berbagai tradisi di desa-desa untuk dipertahankan dan dikembangkan untuk kesejahteraan bersama," katanya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan mengatakan tradisi cukur rambut di Desa Semulut mulai berlangsung sejak 2006. Hingga kini, tradisi cukur rambut selalu dirayakan setiap tahun secara bersama-sama di Masjid Baitul Iman desa setempat.
"Tahun ini jumlah peserta sebanyak 20 orang anak laki-laki dan perempuan, kegiatan ini diperuntukkan sebagai cara warga Desa Semulut untuk menjalankan sunnah Nabi dalam menyematkan nama kepada anak," katanya.
Selain prosesi cukur rambut kepada para bayi, rangkaian tradisi ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pembacaan Al Quran, pembacaan Al Barzanji, merebut telur serujo, dan "nganggung" bersama.
Pada tahun 2026, warga menyediakan sebanyak 3.000 telur berhias atau telur serujo sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para tamu.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.