Pemerintah hitung ulang ketahanan pangan nasional petakan dampak El Nino - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pemerintah akan melakukan penghitungan ulang ketahanan pangan nasional untuk memetakan dampak El Nino yang berlangsung lebih panjang dari perkiraan awal.
“Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang mengaktivasi task force (satuan tugas) untuk kemudian merekalkulasi ketahanan pangan kita pada semua komoditas yang mungkin terdampak,” kata Hanif saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan pada pekan depan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan akan menggelar pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memetakan persoalan di lapangan secara lebih rinci sekaligus merumuskan langkah yang dapat dilakukan dengan cepat.
Ia menuturkan pemetaan tersebut penting karena persoalan pangan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan impor dan ekspor. Pemerintah perlu mengetahui secara rinci kondisi masing-masing komoditas, termasuk bagian produksi atau distribusi yang mengalami gangguan.
“Kita harus melakukan kalibrasi terhadap landscape ketahanan pangan kita,” ujar dia.
Hanif juga mengakui ketahanan pangan Indonesia masih belum cukup kuat menghadapi kondisi El Nino dengan curah hujan yang sangat rendah.
Menurut dia, El Nino tidak boleh ditanggapi dengan enteng karena fenomena tersebut disertai curah hujan yang sangat rendah dan berdampak terhadap berbagai komoditas pangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan atau hingga sekitar Mei 2027. Namun, durasi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut.
Dampak El Nino juga tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera bagian selatan, diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologis.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.