Pemerintah gandeng PGN perluas akses Jargas rumah tangga

Pemerintah gandeng PGN perluas akses Jargas rumah tangga

Pemerintah gandeng PGN perluas akses Jargas rumah tangga

Senin, 21 September 2026 15:31 WIB

Image Print

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jargas di Gresik dan Sidoarjo. ANTARA/HO-PGN)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah terus memperluas akses jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) melalui kerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) guna memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jargas di Gresik dan Sidoarjo.

Dudung Abdurachman mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Pengembangan jargas, lanjutnya, menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dan dalam rangka persiapan pengoperasian jargas APBN TA 2025-2026 di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan Jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional, salah satunya Pipa Cirebon - Semarang yang menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Untuk tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan khusus di kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR, mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," kata Agung.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.

“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga & pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN, dimana kedepan PGN siap mendukung atas penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta.

PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Secara nasional, PGN juga telah melayani lebih dari ±820 ribu pelanggan rumah tangga.

Sejalan dengan program strategis Pemerintah, PGN juga terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.

Ke depan, Pemerintah akan terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui perluasan program jargas. Sinergi antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik.

endasari tidak terealisasi, maka hasil yang dicapai dapat berbeda secara material dari yang dinyatakan atau diantisipasi._

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026