Pemerintah Awasi Iklan Lowongan Kerja Hoaks di Luar Negeri, 7.908 Konten Sudah Ditutup per Agustus 2026

Pemerintah Awasi Iklan Lowongan Kerja Hoaks di Luar Negeri, 7.908 Konten Sudah Ditutup per Agustus 2026

AKURAT.CO Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), melalui Unit Patroli Siber, terus memperkuat pengawasan terhadap maraknya iklan lowongan kerja fiktif di luar negeri yang beredar di ruang digital.

Melalui unit tersebut, pemerintah terus memantau berbagai iklan maupun konten digital yang menawarkan kemudahan bekerja di luar negeri, tetapi berpotensi menjadi pintu masuk perekrutan pekerja migran secara nonprosedural.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk melindungi pekerja migran dari konten yang berpotensi merugikan, menyesatkan, maupun membahayakan pekerja migran Indonesia.

Baca Juga: 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, DPR: Modusnya Lowongan Kerja dengan Gaji Besar

"Kita ada unit Patroli Siber yang kerjanya memonitor iklan-iklan lowongan kerja fiktif, yang biasanya dikemas sedemikian rupa sehingga menarik, yang sebetulnya ini juga masyarakat harus mewaspadai," jelas Christina dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026).

Saat ini Unit Patroli Siber telah cukup efektif membantu proses penurunan (takedown) konten yang berkaitan dengan lowongan kerja fiktif sepanjang tahun ini.

Setiap tautan yang ditemukan dan dinilai berpotensi terkait dengan lowongan kerja fiktif akan diteruskan Kementerian P2MI kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Selanjutnya, tautan tersebut ditindaklanjuti melalui proses takedown.

Adapun sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 7.908 tautan telah di-takedown. Angka tersebut setara dengan 78 persen dari total 10.504 laporan yang disampaikan kepada Komdigi.

Namun, pengawasan tidak berhenti setelah tautan diturunkan. Sebab modus serupa dapat kembali muncul melalui tautan maupun akun lainnya. Kondisi tersebut membuat patroli terhadap iklan lowongan kerja fiktif harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Lowongan PCPM BI 2026 Dibuka, Ini Daftar Jurusan yang Bisa Daftar

"Tapi seperti teman-teman tahu, satu takedown, besok muncul lagi satu. Jadi memang ini harus terus-terusan, harus continue, kita tidak bisa berhenti," tegasnya.

Meski pemerintah terus memperkuat pengawasan, Christina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri yang tampak terlalu mudah dan menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur maupun persiapan yang jelas.

Menurutnya, tawaran semacam itu patut dicurigai karena dapat berujung pada keterlibatan calon pekerja dalam sindikat kejahatan di luar negeri. "Kalau sesuatu yang terlihat terlalu mudah, nanti end up-nya bisa-bisa, di sindikatlah, di Myanmar, di Kamboja, seperti yang sering kita dengar, kita baca berulang-ulang di media massa," ujarnya.