Parigi Moutong salurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan
Parigi Moutong salurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan
Senin, 7 September 2026 20:47 WIB
Tim gabungan sedang mengisi ari bersih dari mobil tanki ke wadah yang telah disiapkan warga terdampak kekeringan di Desa Bolano Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (7/9/2026). (ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong)
Kabupaten Parigi Moutong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
"Kami menyuplai 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano Lambunu," kata Pelaksanaan tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai dihubungin dari Palu, Senin.
Ia menjelaskan distribusi air bersih menggunakan satu unit mobil tanki yang disiagakan di posko siaga darurat karhutla dan kekeringan.
Setiap hari Pemkab Parimo mendistribusikan 8.000 liter air kepada warga terdampak dengan harapan distribusi tersebut dapat mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga.
"Situasi darurat saat ini langkah yang bisa dilakukan mensuplai kebutuhan masyarakat, kami juga saat ini sedang meminta bantuan mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah terdampak kekeringan," ujarnya.
Ia mengemukakan sebagaimana imbauan pemerintah bahwa September 2026 merupakan puncak musim kemarau dan dampak kuat fenomena El Nino, maka daerah lebih memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
"Kesiapsiagaan kami lakukan lintas sektor melibatkan personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta unsur terkait lainnya," tutur Rivai.
Ia menambahkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian serius setelah terjadi kebakaran di Desa Santigi dan wilayah Bolano Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu.
Berdasarkan analisis BMKG sekitar 86 persen wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau, sehingga risiko kekeringan dan karhutla semakin meningkat.
"Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di delapan kecamatan, yakni Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026