Pajak Bertutur 2026 tanamkan kesadaran pajak sejak dini
Pajak Bertutur 2026 tanamkan kesadaran pajak sejak dini
Kamis, 3 September 2026 20:27 WIB
Kegiatan Pajak Bertutur 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk juga di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). ANTARA/HO-Kanwil DJP Jateng II
Solo (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan menyelenggarakan Pajak Bertutur 2026 untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini.
Kegiatan Pajak Bertutur 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk juga di Solo, Jawa Tengah, Kamis. Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Tengah II Herlin Sulismiyarti mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan dengan tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring melalui Kantor Pusat DJP, 34 Kantor Wilayah, 352 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dan 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat dan fungsi perpajakan sejak dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai jenjang pendidikan.
“Kegiatan Pajak Bertutur menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini melalui pendidikan. Dengan mengenalkan pajak secara sederhana, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kami berharap generasi muda memahami bahwa pajak memiliki peran penting dalam
pembangunan bangsa, termasuk mendukung penyediaan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Tengah II, Pajak Bertutur 2026 dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Kanwil DJP Jawa Tengah II melaksanakan kegiatan inklusi pada jenjang sekolah dasar di SD Negeri Mojosongo 5. Sementara itu, KP2KP Banjarnegara melaksanakan kegiatan di SMP Negeri 1 Wanadadi, KP2KP Majenang di SD Negeri Jenang 02, KP2KP Muntilan di SMA Negeri 1 Mungkid, KP2KP Sragen di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sragen, KP2KP Wonogiri di SMP Negeri 5 Wonogiri, dan KP2KP Wonosobo di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan juga dilaksanakan oleh KPP di wilayah Kanwil DJP Jawa Tengah II. KPP Madya Surakarta menyelenggarakan Pajak Bertutur di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. KPP Pratama Boyolali melaksanakan kegiatan di SMA Negeri 2 Boyolali, KPP Pratama Cilacap di SMP Negeri 1 Cilacap, KPP Pratama Karanganyar di Universitas Muhammadiyah Karanganyar, KPP Pratama Kebumen di Universitas Putra Bangsa, KPP Pratama Klaten di SMA Negeri 3 Klaten, serta KPP Pratama Magelang di SMP Negeri 1 Windusari.
Selanjutnya, KPP Pratama Purbalingga melaksanakan Pajak Bertutur di SMK Negeri Jateng di Purbalingga, KPP Pratama Purwokerto di Universitas Wijayakusuma Purwokerto, KPP Pratama Sukoharjo di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sukoharjo, KPP Pratama Surakarta di SMA Negeri 1 Surakarta, dan KPP Pratama Temanggung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 16 Temanggung.
Pelaksanaan Pajak Bertutur dilakukan dengan pendekatan joyful learning melalui media edukasi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta. Setiap unit kerja memberikan pembelajaran selama satu jam pelajaran yang dapat dilengkapi dengan kegiatan kampanye penunjang, seperti berbagai perlombaan edukatif. Melalui metode tersebut, materi perpajakan diharapkan dapat diterima secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Pajak Bertutur merupakan bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak yang mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam sistem pendidikan nasional. Program ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun literasi perpajakan generasi muda sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, kesadaran sebagai warga negara, serta pemahaman mengenai kontribusinya dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Pajak sebagai sumber penerimaan negara terbesar memiliki peran penting dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, pengenalan pajak sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi penerus bangsa yang memahami hubungan antara kontribusi pajak dan manfaatnya bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat bela negara dan cinta tanah air.
Melalui Pajak Bertutur 2026, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas inklusi kesadaran pajak.
“Edukasi perpajakan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan sehingga kesadaran pajak tumbuh dan menjadi karakter generasi muda Indonesia,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.