Nilai ekspor Jakarta hingga Agustus 2026 sebesar 11 juta dolar AS
Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan nilai ekspor Jakarta secara secara kumulatif Januari hingga Agustus 2026 mencapai 11.052,65 juta dolar AS atau terkontraksi (menurun) sebesar 1,76 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Penurunan pada periode ini utamanya disebabkan ekspor nonmigas yang turun sebesar 224,34 juta dolar AS (minus 2,00 persen).
"Khusus yang nonmigas tercatat senilai 11.002,88 juta dolar AS. Untuk migas tercatat senilai 49,77 juta dolar AS atau terjadi kenaikan sebesar 107,46 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis.
Bila dilihat lebih dalam, berdasarkan sektornya, penurunan nilai ekspor nonmigas ini secara kumulatif terjadi pada sektor industri pengolahan, dengan andil sebesar 97,80 persen.
Kadarmanto menyebutkan, adapun ekspor sektor industri pengolahan yang turun cukup dalam, yaitu alas kaki, pelindung kaki dan sejenisnya atau bagian dari barang tersebut yang secara keseluruhan turun sebesar 9,45 persen.
Baca juga: Nilai ekspor Jakarta capai 9,87 miliar dolar AS pada Januari-Juli 2026
Selain itu, juga mutiara alam atau mutiara budi daya, batu mulia atau batu semi-mulia kemudian logam mulia atau logam yang dipalut dengan logam mulia dan barang daripadanya kemudian perhiasan ternyata turun sebesar 5,72 persen.
Selanjutnya, jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor ke Amerika Serikat pada periode Januari sampai dengan Agustus 2026 tercatat sebesar 1.354,7 juta dolar AS atau terjadi kontraksi sebesar 9,87 persen, sebagai pendorong utama penurunan ekspor Jakarta.
Ekspor ke Filipina dan Malaysia juga mengalami penurunan yakni masing-masing 9,43 persen dan 6,36 persen, sehingga semakin mendorong penurunan ekspor pada periode kumulatif dari Januari hingga Agustus 2026.
"Meski demikian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari sampai dengan Agustus 2025, ekspor ke Thailand dan Tiongkok telah terjadi peningkatan (57,15 persen dan 0,23 persen)," kata Kadarmanto.
Baca juga: Ekspor Jakarta pada Agustus 2026 turun hampir 20 persen
Baca juga: Nilai ekspor Jakarta pada Januari-Juni 2026 capai 8,5 juta dolar AS
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.