MES mendorong ekonomi syariah sebagai kekuatan baru di Jateng
MES mendorong ekonomi syariah sebagai kekuatan baru di Jateng
Sabtu, 3 Oktober 2026 13:15 WIB
Pelantikan sebanyak 226 pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2030. (ANTARA/HO-MES)
Semarang (ANTARA) - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah terus mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai kekuatan baru di Jateng, sekaligus mendorong pelaku usaha, pesantren, UMKM hingga industri halal agar naik kelas.
Ketua Umum MES Jateng Rezza Arief Budy Artha, usai pelantikan sebanyak 226 pengurus MES Jateng periode 2026–2030 di Semarang, Jumat, mengatakan ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan penggerak perekonomian daerah.
Menurut dia, pelantikan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan awal dari kerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, kata dia, MES Jateng akan mengedepankan kolaborasi dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin MES Jateng tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa MES Jateng akan membangun kolaborasi dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas dan ulama, serta media.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pengembangan ekonomi syariah tidak dapat berjalan sendiri.
Dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi dunia usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat dan penyebarluasan informasi kepada publik.
"Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan. Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas SDM dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh," katanya.
Sejumlah program strategis telah disiapkan MES Jateng, di antaranya penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penguatan dana sosial Islam.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Koperasi Ekspor yang diarahkan untuk membuka akses produk-produk Jateng ke pasar internasional.
Program tersebut ditargetkan mulai mendorong ekspor ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.
Bagi Rezza, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma bahwa pelaku UMKM tidak selamanya hanya menjadi pemain di pasar lokal.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.