Mengenal Fatima, Nenek yang Menjadi Inspirasi Hebat Lamine Yamal |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID,BARCELONA — Lamine Yamal menjadi salah satu bintang muda Spanyol yang membawa negeri matador tersebut meraih Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 dalam babak perpanjangan waktu. Baru berusia delapan belas, remaja imigran ini menyimpan kisah di balik sinarnya di jagat sepak bola baik bersama Spanyol maupun FC Barcelona.
Dilansir dari laman hola.com, masa kecil Yamal dilalui dalam kesederhanaan dan keterbatasan. Dalam sebuah wawancara lama yang kembali beredar, pemilik nomor punggung 10 di Barcelona tersebut memberikan penghormatan khusus kepada nenek dari pihak ayahnya, Fátima, yang perjalanan hidupnya dari Maroko ke Spanyol yang hingga kini menjadi sumber inspirasinya.
Kebahagiaan keluarga
Meski telah menikmati buah manis dari keberhasilannya di dunia sepak bola, Yamal menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menandingi kebahagiaannya saat melihat orang-orang yang dicintainya hidup nyaman setelah bertahun-tahun hidup dalam kesulitan.
Bintang muda Barcelona ini tumbuh besar di Rocafonda, sebuah kawasan permukiman kelas pekerja di Mataró, Katalunia. Sebuah tempat yang hingga kini menjadi bagian penting dari identitasnya. Setiap kali merayakan gol dengan gestur jemari yang membentuk kode pos wilayah tersebut, ia sedang memberi penghormatan kepada lingkungan yang telah membentuk dirinya.
Setelah menimba ilmu di akademi kenamaan Barcelona, La Masia, dan melakoni debut di tim utama pada usia yang baru 15 tahun, Yamal memutuskan pindah ke Esplugues de Llobregat. Keluarnya Yamal dari lingkungan tersebut tak bisa melepas ikatan batinnya dengan keluarga. Keluarga terus memegang peranan sentral dalam kehidupan sehari-harinya.
Saat berbicara dalam podcast Fundación José Ramón de la Morena, Yamal mengungkapkan bahwa memberikan kestabilan hidup bagi orang-orang tercintanya selalu menjadi motivasi utamanya dalam bertanding."Saya melihat ibu saya bahagia. Saya melihat adik laki-laki saya menikmati masa kecil yang dulu sangat saya impikan, dan itulah yang membuat saya paling bahagia," ujar Yamal.
Yamal menambahkan, melihat "ayah tenang di rumahnya, nenek hidup damai di rumahnya sendiri, dan ibu memiliki semua yang ia butuhkan" adalah "semua hal yang bisa diimpikan oleh seorang anak."
Kini, ayahnya, Mounir Nasraoui, tinggal di kawasan elite Barcelona, sementara sang nenek, Fátima, tetap memilih menetap di Rocafonda di sebuah rumah yang dibelikan langsung oleh sang cucu.