Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung dan kabut asap di Indonesia
Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung dan kabut asap di Indonesia
Senin, 7 September 2026 14:53 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berbincang dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan telepon pada Minggu (6/9/2026). (ANTARA/HO-Instagram anwaribrahim_my)
Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan simpati terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia atas sejumlah bencana yang tengah melanda Tanah Air, termasuk erupsi gunung berapi dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Indonesia menyusul bencana gunung berapi dan tantangan kabut asap yang sedang dihadapi,” ujar Anwar dalam unggahan media sosial resminya yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Ia menuturkan bahwa Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara tetangga, tapi merupakan dua bangsa yang terkait dan terikat oleh sejarah, budaya, serta rasa persaudaraan yang erat.
Anwar menyatakan persahabatan dan rasa hormat antara kedua negara akan terus terjaga.
“Insyaallah, ikatan ini akan terus terjaga demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta perdamaian dan kemakmuran kawasan,” ucapnya.
PM Anwar menyampaikan ungkapan solidaritas tersebut saat berbincang melalui sambungan telepon dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang tengah berada di Penang, Malaysia, pada Sabtu (5/9) hingga Minggu (6/9) lalu untuk menghadiri Penang Peace Dialogue 2026.
Namun, keduanya tidak dapat bertemu secara langsung karena Anwar sudah terjadwal untuk mengunjungi agenda lain, yakni Pameran Pertanian, Hortikultur, dan Agrowisata Malaysia (MAHA) 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung-kabut asap di Indonesia
Pewarta : Uyu Septiyati Liman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.