Lapas Sukamiskin berikan remisi HUT RI kepada 167 napi korupsi - ANTARA News Jawa Barat

Lapas Sukamiskin berikan remisi HUT RI kepada 167 napi korupsi - ANTARA News Jawa Barat

Kota Bandung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung memberikan remisi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI kepada 167 narapidana tindak pidana korupsi.

Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Nanank Syamsudin di Bandung, Senin, mengatakan sebanyak 122 narapidana tindak pidana umum juga memperoleh remisi pada momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

"Narapidana tindak pidana korupsi yang dapat remisi 167 orang. Narapidana tindak pidana umum ada 122 orang," katanya.

Dengan demikian, sebanyak 289 dari total 429 penghuni Lapas Sukamiskin memperoleh pengurangan masa pidana pada peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Nanank mengatakan besaran remisi yang diterima narapidana bervariasi, mulai dari satu hingga enam bulan.

Dari seluruh penerima remisi tersebut, satu narapidana langsung bebas setelah memperoleh pengurangan masa pidana selama enam bulan.

Lapas Sukamiskin tidak menyampaikan identitas narapidana yang langsung bebas tersebut.

"Bervariasi, yang paling kecil itu satu bulan dan yang paling besar enam bulan," kata Nanank.

Nanank menjelaskan pemberian remisi mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Menurut dia, narapidana yang memperoleh remisi antara lain harus berkelakuan baik dan memenuhi ketentuan masa pidana untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman.

Usulan pemberian remisi kepada narapidana dilakukan secara daring melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

Nanank mengatakan pemberian remisi tersebut juga berdampak pada penghematan anggaran biaya makan narapidana lebih dari Rp590 juta.

"Penghematan anggaran biaya makan narapidana disebabkan oleh pemberian remisi," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sebanyak 167 napi korupsi Sukamiskin dapat remisi HUT RI

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.