Kuda Biru Project hadirkan penerangan tenaga surya di enam wilayah DKI

Kuda Biru Project hadirkan penerangan tenaga surya di enam wilayah DKI

Jakarta (ANTARA) - Gerakan kemanusiaan, Kuda Biru Project menghadirkan Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (Pelita) di enam wilayah DKI Jakarta untuk membantu masyarakat memberikan penerangan, baik di jalan, permukiman warga, rumah ibadah maupun tempat lainnya yang ramah terhadap lingkungan.

Ke enam wilayah itu, yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

"Satu lampu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi.warga yang melewati jalan itu setiap malam, manfaatnya sangat berarti. Yang kita nyalakan bukan hanya lampunya, tetapi juga rasa aman, kepedulian, dan harapan. Saya percaya perubahan besar sering dimulai dari satu titik terang yang kecil," kata Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana saat meresmikan Pelita di Masjid Jami At-Taqwa, Jalan Rawa Kuning, Cakung, Jakarta Timur, Selasa.

Menggunakan tenaga surya, kata dia, Pelita diharapkan menjadi solusi penerangan yang hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca juga: PT JIP dan Bina Marga hadirkan PJU Pintar di Kawasan Gunawarman

Selain di Jakarta Timur, Kuda Biru Project juga telah melakukan pemasangan penerangan lingkungan tenaga surya di lima wilayah Jakarta lainnya.

"Untuk sementara ini, satu wilayah akan dipasang satu titik lokasi penerangan. Mudah-mudahan, ke depan bisa ada keberlanjutan. Semakin banyak akan semakin baik, sesuai dengan kebutuhan,," kata Merry.

Untuk anggaran Pelita sendiri, kata dia, pemasangan Pelita cukup sederhana tidak sampai ratusan juta anggarannya. "Maka, kami justru memulai dari hal yang sederhana, namun manfaatnya sangat besar," ucapnya.

Peresmian Pelita juga menjadi ruang bagi Merry Riana dan Kuda Biru Project untuk berdialog langsung serta mendengarkan aspirasi masyarakat.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.