Konflik Timur Tengah, AS keluarkan peringatan keamanan bagi warganya

Konflik Timur Tengah, AS keluarkan peringatan keamanan bagi warganya

Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan kedua dalam tiga hari di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menyarankan warga AS agar lebih waspada."Akibat menin...

Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan kedua dalam tiga hari di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menyarankan warga AS agar lebih waspada.

"Akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan masih tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga. Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," menurut sebuah pemberitahuan yang diunggah di situs web Departemen Luar Negeri tersebut, Selasa.

"Fasilitas diplomatik AS, termasuk yang berada di luar kawasan Timur Tengah, telah menjadi target. Iran dan kelompok-kelompok yang mendukungnya kemungkinan akan menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi-lokasi yang berkaitan dengan AS dan warga Amerika di seluruh dunia," imbuhnya.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul serangkaian jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS di kawasan tersebut baru-baru ini. Dua personel militer AS tewas dan satu orang masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran yang menargetkan sebuah pangkalan udara di Yordania pada Jumat (17/7) lalu.

Seorang tentara AS tewas dan satu personel lainnya terluka keesokan harinya dalam sebuah operasi di Irak utara yang melibatkan bahan peledak yang tidak meledak (unexploded ordnance/UXO) dari sebuah drone milik Iran, menurut Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.

Pentagon mengumumkan pada Senin (20/7) bahwa jumlah korban jiwa dari pihak militer AS akibat serangan Iran telah bertambah menjadi hampir 100 orang dalam dua pekan terakhir.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.