Ketua MPR dorong ITS perkuat riset pertanian dan pakan ternak - ANTARA News Jawa Timur

Ketua MPR dorong ITS perkuat riset pertanian dan pakan ternak - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperkuat riset dan inovasi teknologi bidang pertanian serta pakan ternak untuk mendukung kedaulatan pangan nasional.

"Perkembangan teknologi telah mengubah wajah pertahanan modern," kata Muzani saat berkunjung ke ITS, Surabaya, Rabu.

Menurutnya, kekuatan suatu negara tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah personel militer, tetapi juga kemampuan menguasai teknologi seperti pesawat nirawak atau drone, rudal, dan teknologi ruang angkasa.

"Kemajuan teknologi harus bertaut langsung dengan penguatan nasionalisme. Kekuatan alutsista dan ketersediaan logistik tidak akan bermakna tanpa ditopang oleh anak-anak bangsa yang terampil di bidang teknologi," kata Muzani.

Muzani bersyukur dan berterima kasih kepada ITS yang telah menjadi institusi terdepan membuka ruang dialog tentang pentingnya penguatan nasionalisme dan kedaulatan negara dari sektor kemajuan teknologi.

"Ini adalah langkah yang responsif mengaitkan teknologi dengan kedaulatan negara. Dan saya rasa ITS adalah kampus yang pertama berbicara soal pentingnya kemajuan teknologi akan paralel dengan kepentingan bangsa," katanya.

Selain sektor pertahanan, Muzani menilai pengembangan teknologi perlu diarahkan untuk memperkuat kedaulatan pangan.

Hal itu sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Ia mendorong ITS menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk efisiensi penggunaan lahan dan pemupukan presisi.

Riset di bidang pakan ternak juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas peternakan dan mendukung target swasembada daging.

"Tadi telah dipaparkan bahwa ITS telah mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian atas keberhasilan membuat protoype traktor untuk lahan gambut atau rawa. Ini adalah sebuah inovasi. Tapi mungkin juga bisa dilakukan riset oleh ITS tentang inovasi pemupukan agar kita bisa efisiensi lahan dengan hasil panen yang maksimal," katanya.

Lalu juga di sektor pakan ternak, dimana bobot hidup hewan ternak seperti sapi bisa terus mengalami kenaikan sehingga kita bisa swasembada daging, tanpa harus bergantung pada impor.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyampaikan pentingnya keberadaan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai arah pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Menurut dia, PPHN diharapkan dapat menjadi kompas pembangunan yang melintasi periodesasi kepemimpinan presiden.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.