Kendala Pemadaman Karhutla Kalteng: Sumber Air Jauh, Selang Terbatas
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi sejumlah kendala.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan di Kotim, penanganan karhutla bahkan berlangsung di puluhan titik dalam waktu bersamaan. Petugas menangani sedikitnya 22 titik kebakaran di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Sejumlah lokasi masih menyisakan kepulan asap setelah proses pemadaman.
Multazam menyebut kondisi di lapangan selama proses pemadaman tidak mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi lapangan tidak mudah. Petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh, keterbatasan selang, hingga gangguan pada mesin pemadam. Di beberapa lokasi, api berada di kawasan yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan pembasahan," ujarnya mengutip detikcom, Kamis (20/8).
"Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di sekitar Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, Mentawa Baru Ketapang. Selain itu, penanganan juga dilakukan di sejumlah titik di Jalan Panglima Hamdan, Jalan MT Haryono Barat, Jalan HM Arsyad hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman," imbuhnya.
Relawan tumbang
Intensitas penanganan yang tinggi juga mulai berdampak terhadap kondisi para relawan. Seorang relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rizky Mubarrak, harus mendapat penanganan medis di IGD RSUD dr Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan ketika membantu memadamkan karhutla.
Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyebut kondisi Rizky telah stabil setelah mendapatkan pertolongan medis.
"Peristiwa tersebut menjadi gambaran beratnya perjuangan warga dan relawan yang ikut membantu pemadaman di tengah kondisi asap dan panas," kata Irpansyah.
Sementara itu, data BPBD Kotim yang dilaporkan hingga 19 Agustus menunjukkan skala persoalan yang semakin besar. Jumlah hotspot yang terakumulasi sepanjang tahun mencapai 3.840 titik, sedangkan luas lahan terbakar hingga 18 Agustus tercatat sekitar 1.317,15 hektare.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)